Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

Degradasi Mental, Pola Pikir dan Semangat Pancasila Remaja Masa Kini Tergempur Arus Globalisasi

Oleh : Surya Kunta Wijayacapa SMA Negeri Ambulu

 

Era globalisasi pada awal milenium ini begitu besar dampaknya bagi kehidupan manusia, seolah – olah kebutuhan akan teknologi masa kini sudah menjadi kebutuhan primer kita. Gaya hidup seakan berubah ke arah yang lebih konsumtif. Namun hal ini tidak serta merta merubah pola pikir manusia ke arah yang lebih positif, justru sebaliknya. Salah satu contohnya ada di Indonesia ini. Tidak sedikit perusahaan ataupun pabrik – pabrik baru yang dibangun dengan latar belakang mengikuti arus globalisasi yang berkembang pesat, namun dikelola dengan sumber daya manusia yang kurang profesional, sehingga eksploitasi sumber daya alam yang ada semakin tidak terkendali.

Dalam kasus ini, hal utama yang harus segera diubah ialah pola pikir manusia dalam menyikapi arus globalisasi yang begitu besar dampaknya bagi kehidupan, khususnya remaja Indonesia yang akan meneruskan pembangunan di bumi pertiwi tercinta ini.

Dampak dari arus globalisasi sudah bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari – hari, namun banyak dari kita yang masih belum menyadari, hal – hal apa saja yang sudah terkena dampak dari arus globalisasi itu sendiri. Beberapa hal yang terpengaruh oleh arus globalisasi antara lain; pola pikir, mental, budaya, dan sikap.

Beberapa hal tersebut adalah hal pokok penting yang dapat mempengaruhi kita dalam bertindak kedepannya, beberapa contoh dampak yang bisa kita amati dari lingkungan sekitar kita sudah cukup untuk menjelaskan beberapa hal diatas, sehingga perlu adanya observasi, tentang siapakah korban utama arus globalisasi itu ? Dan apakah globalisasi itu berbahaya dan kita harus bersikap antipati terhadap sesuatu yang riskan ini ?

Gambar 1. Data pengguna ponsel di Indonesia (http://www.pnri.go.id)

Dari gambar diatas, tidak salah lagi bila korban utama dari arus globalisasi adalah para remaja. Kenapa remaja ? Fakta dilapangan sudah cukup menunjukkan bahwa remaja masa kini sudah sangat terpengaruh oleh arus globalisasi, banyak yang benar – benar memanfaatkannya dengan baik, namun tidak sedikit pula yang kurang memanfaatkannya sehingga menimbulkan dampak negatif. Sudah kita ketahui bahwa media berperan besar dalam pembentukan budaya di kalangan remaja sehingga menghasilkan proses peniruan gaya hidup, dan tentu tidak mengherankan lagi bila perkembangan teknologi informasi yang cepat menambah peluang timbulnya pengaruh negatif meskipun pengaruh positifnya masih terasa. Tidak sedikit remaja Indonesia yang terseret derasnya arus globalisasi, budaya ketimuran sedikit demi sedikit terkikis oleh budaya barat yang tidak cocok dengan budaya kita. Hal ini bisa kita lihat dari sikap remaja yang banyak mengikuti perkembangan mode dunia, mulai dari cara berbusana, gaya rambut, dan bertutur kata yang sering dicampur aduk dengan bahasa asing.

Selain itu, kemudahan mengakses teknologi informasi (Internet) juga sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap dan mental remaja, banyak sekali konten yang bisa kita akses dari “dunia maya” ini, games adalah konten utama yang sering diakses, tidak sedikit remaja yang menghabiskan waktu didepan komputer atau ponsel mereka selama berjam – jam hanya untuk bermain game online , dan tentu ini akan berpengaruh pada semangat belajar mereka yang lambat laun semakin turun, bahkan terkadang mereka merelakan waktu belajar mereka hanya demi menambah jam untuk bermain. Selain game, budaya “senam jari” atau chating sudah bukan hal yang tidak biasa lagi, menurut mereka obrolan di dunia virtual lebih mengasyikkan daripada bersosialisasi secara langsung, sering kita temui remaja yang asyik “senam jari” walaupun sedang mengendarai kendaraan, berkumpul dengan teman, bahkan ketika kegiatan belajar disekolah, menyebabkan mereka jarang beriteraksi dengan lingkungannya, meninggikan ego dan mengurangi rasa peduli terhadap lingkungan sosial .

Gaya hidup yang berlebihan seperti itu menimbulkan berbagai rentetan masalah – masalah sosial baru yang lagi – lagi memakan korban para remaja. Rasa gengsi yang tinggi dengan gaya hidup serba mentereng membuat banyak remaja menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, kita pasti tahu dari berbagai media pemberitaan banyak yang memberitakan tentang banyaknya remaja yang mengambil pekerjaan sampingan menjadi seorang pekerja seks komersial, bahkan sudah ada siswi SMP yang berperan menjadi seorang mucikari. Sungguh miris, melihat kondisi remaja masa kini yang seharusnya menjadi penerus perjuangan bangsa harus tenggelam ke dalam jurang kegelapan arus globalisasi.

Dalam perkembangan teknologi yang canggih, para remaja lebih memilih segala sesuatu yang instan sehingga memunculkan budaya malas, mereka berpikir bahwa segala sesuatu di era globalisasi ini bisa didapat secara instan tanpa harus melakukan usaha yang keras . Hal sesederhana ini bukannya tanpa alasan, di era globalisasi saat ini semua orang menuntut adanya efisiensi waktu sehingga segala sesuatu harus cepat dan instan, bagaimana cara kita mendapat hasil semaksimal mungkin dengan waktu seminimal mungkin, sehingga membuat kita tidak bisa berpikir panjang dan justru melakukan sesuatu dengan tergesa – gesa dan gegabah. Contoh semacam ini tidak sekali atau dua kali terjadi dalam kehidupan disekitar kita, salah satu contohnya ialah pelajar yang mengerjakan tugas dengan  cara “copy – paste” pekerjaan orang lain atau dengan kata lain mencontek, menimbulkan budaya menjiplak tanpa pernah berusaha untuk berusaha atau berinovasi dengan kemampuannya sendiri.

Budaya semacam ini yang semakin lama semakin mempengaruhi mental kita, butir – butir pancasila sudah dianggap tabu dan tak perlu lagi untuk diamalkan. Ibadah kepada tuhan dianggap sebagai pelengkap, keadilan hanya sebuah kata manis yang sulit untuk didapatkan, persatuan dan rasa sosial? Hanya sifat individualis tanpa menoleh kanan dan kiri yang selalu kita temui, pemerintah dengan politik yang bersih? Mungkin hanya sepotong kalimat impian yang entah kapan akan terwujud, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia? Bahkan bisa jadi sila terakhir pancasila yang hanya terbaca saat upacara senin di sekolah, yang jauh dari harapan rakyat Indonesia . Kemana perginya mental dan semangat pancasila di negeri ini ? Perlu adanya perbaikan mental dan pola pikir remaja yang bisa membuat perubahan di masa mendatang, perlu adanya inovasi dalam memberikan solusi mengembalikan mental remaja yang merosot tajam, dan juga menyadarkan mereka bahwa banyak hal positif yang bisa didapatkan dari globalisasi, dengan penetrasi yang tepat, bukannya tidak mungkin mental dan pola pikir remaja Indonesia bisa berubah dengan waktu yang singkat, sifat ingin tahu yang tinggi serta semangat remaja yang berapi – api bisa menjadi faktor pendorong yang mampu merubah keadaan .

Kita sering menyebutkan globalisasi namun tidak mengerti betul apa definisi dari globalisasi itu sendiri. Kata globalisasi yang berasal dari kata “global” dalam Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia, berarti secara keseluruhan. Globalisasi berarti suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas – batas yang mengikat secara nyata.(Budiyanto 146:2007)

Globalisasi muncul karena adanya bangsa-bangsa. Masalah Globalisasi merupakan suatu ketergantungan dalam masalah sosial, politik, ekonomi, dan budaya antarbangsa di dunia Globalisasi terbentuk karena beberapa faktor, yaitu :

  1. Kebijakan negara untuk menjalin kerja sama dengan negara lain
  2. Sistem ekonomi internasional
  3. Adanya migrasi penduduk ke berbagai Negara
  4. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional

Penyebab meningkatnya globalisasi ada tiga faktor, yaitu :

  1. Adanya Perubahan Politik Dunia

Menurut Anthony Giddens, ada sejumlah pengaruh politik yang memengaruhi meningkatnya globalisasi. Yaitu:

  • Bubarnya Uni Soviet tahun 1991 dan Jatuhnya Komunisme Model Soviet. Sejak bubarnya Uni Soviet, negara-negara bekas blok Soviet seperti Rusia, Polandia, Republik Ceko, dan lain-lain bergerak mengikuti sistem politik dan ekonomi Barat.
  • Munculnya Mekanisme Pemerintahan Internasional dan Regional, Mekanisme pemerintah internasional dan regional misalnya PBB dan Uni Eropa.
  • Munculnya Organisasi Antar pemerintah (Intergovernmental Organizations/IGOs) dan Organisasi Non-pemerintah Internasional (Internasional Non-Governmental Organizations/INGOs).

Organisasi-organisasi internasional ini mendorong terjadinya komunikasi dan interaksi antarpemerintah atau masyarakat antarnegara. Hal ini juga mendorong meningkatnya globalisasi.

  1. Adanya Aliran Informasi yang cepat dan luas

Kemajuan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi mendorong tiap-tiap individu bisa berhubungan dengan cepat. Selain itu, kemajuan di bidang teknologi juga menbuat individu dapat mengakses informasi dengan cepat, baik informasi dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

  1. Berkembang Pesatnya Perusahaan-Perusahaan Transnasional

Perusahaan transnasional atau transnational corporations (TNCs) adalah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa lebih dari satu Negara. (https://www.academia.edu)

Dalam perkembangan dari arus globalisasi, banyak sekali memunculkan fenomena – fenomena yang sedang dihadapi oleh umat manusia sejak abad ke-21 ini yang ditandai oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Arus etnis ditandai dengan mobilitas manusia yang tinggi dalam bentuk imigran, turis, pengungsi, tenaga kerja, dan pendatang. Arus manusia ini telah melewati batas – batas teritorial negara.
  • Arus teknologi ditandai dengan mobilitas teknologi, munculnya multinational corporation dan transnational corporation yang kegiatannya dapat menembus batas – batas negara.
  • Arus keuangan yang ditandai dengan makin tingginya mobilitas modal, investasi, pembelian melalui internet, dan penyimpanan uang di bank asing.
  • Arus media yang ditandai dengan makin kuatnya mobilitas informasi, baik melalui media cetak maupun elektronik. Berbagai peristiwa di belahan dunia seakan – akan berada di hadapan kita karena cepatnya pentransferan informasi.
  • Arus ide yang ditandai dengan makin derasnya nilai baru yang masuk ke suatu negara. Dalam arus ide ini muncul isu – isu yang telah menjadi bagian dari masyarakat internasional. Isu – isu ini merupakan isu internasional yang tidak hanya berlaku di suatu wilayah nasional negara.

(Budiyanto 150 – 151:2007)

 

Banyak sekali fenomena yang terjadi mengiringi proses globalisasi, dari situlah seharusnya kita mengerti bahwa tidak hanya hal negatif saja yang bisa kita lihat, banyak hal – hal positif yang bisa kita lakukan dan tentunya lebih bermanfaat. Secara perlahan mengenalkan bagaimana memanfaatkan teknologi internet yang ada untuk membantu proses belajar kita bisa menjadi alternatif mengurangi kebiasaan “senam jari” para pelajar . Daripada uang dan kuota internet dihabiskan untuk ber-chating ria , alangkah baiknya bila hal tersebut dirubah menjadi kebiasaan belajar dari ponsel, tidak sedikit vendor – vendor aplikasi ponsel yang memberikan aplikasi untuk edukasi secara cuma – cuma. Dengan begitu kita sudah memanfaatkan ponsel kita sebagai media belajar tambahan kita dengan memanfaatkan teknlogi internet dan ponsel pintar.

Kita boleh – boleh saja memiliki akun media sosial, namun jangan terlalu sering menggunakannya, pecandu internet sama saja dengan pecandu narkoba, sekali ia ketagihan maka akan sangat sulit untuk menghilangkannya. Gunakan media sosial benar – benar untuk berhubungan dengan teman kita, dan bergabung dengan komunitas – komunitas yang sering mengadakan acara sosial, dengan cara ini tentu bisa mengurangi rasa egois kita dengan sering melakukan kegiatan sosial tanpa harus meninggalkan teknologi modern. Dengan ini kita tahu kalau internet tidak hanya menghubungkan kita dengan dunia virtual, namun juga bisa menghubungkan kita dengan orang – orang yang membutuhkan bantuan kita.

Saat ini, tidak banyak pemuda Indonesia yang mengenal betul budaya – budaya lokal, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk lebih mendalami budaya lokal, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, kita bisa mengemas budaya lokal dengan sedikit sentuhan teknologi komputer untuk menghasilkan seni lokal yang menarik untuk dilihat dan membuat para remaja tertarik untuk mengetahui dan mempelajari lebih dalam. Berbagai cara bisa kita lakukan agar budaya lokal tidak tenggelam begitu saja, dengan teknologi modern saat ini kita bisa mempublikasi budaya lokal secara viral melalui dunia maya, dengan harapan budaya lokal dapat di kenal oleh dunia, bila kita bisa merubah pola pikir kita dengan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan budaya lokal kenapa kita harus menunggu negara lain melakukannya untuk mengklaim budaya lokal Indonesia ?

Berkarya dan berinovasi untuk menciptakan teknologi tepat guna sangat mungkin kita lakukan, banyak potensi pemuda Indonesia yang mampu menciptakan teknologi alternatif baru yang sangat berguna dalam bidang apapun, teknologi tidak sebatas bentuk fisik saja, perangkat lunak juga merupakan sebuah karya yang bernilai dalam dunia teknologi informasi, dengan memanfaatkan internet, kita bisa mempelajari, membuat, dan memasarkan produk yang telah kita buat, tidak sedikit perangkat lunak yang diciptakan oleh putra bangsa, yang bahkan dikenal hingga dunia internasional, dari sini seharusnya kita sadar bahwa kita juga memiliki potensi serupa untuk menciptakan hal yang bahkan bisa lebih baik dari apa yang telah mereka buat.

Hal terpenting untuk menghadapi globalisasi ialah merubah pola pikir diri kita agar bisa mengimbangi pengaruh kekuatan dari arus globalisasi, kita harus bisa menguasainya atau justru kita yang akan dikendalikan. Kita kendalikan arus globalisasi dimulai dengan memahaminya, menganalisanya, barulah kita memanfaatkannya untuk melakukan hal positif, berkarya dan berinovasi dalam bidang teknologi adalah salah satu contoh memanfaatkan arus globalisasi dan menggunakannya untuk meningkatkan potensi diri, selain berguna untuk diri sendiri, kita bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk memajukan bangsa Indonesia dengan turut berperan melestarikan budaya nasional melalui media teknologi, memanfaatkan internet untuk meningkatkan potensi produk lokal agar bisa lebih dikenal, dan menciptakan berbagai teknologi atau aplikasi tepat guna untuk membantu proses perkembangan bangsa Indonesia kedepannya.

Dari berbagai fakta yang ada, menunjukkan bahwa remaja Indonesia sudah sangat terpengaruhi oleh arus globalisasi khususnya bidang teknologi informasi, hal ini telah merubah budaya dan adat masyarakat Indonesia dan justru menggantikannya dengan budaya dan kebiasaan orang – orang barat.Benar – benar ironi yang memilukan bila remaja Indonesia telah dikalahkan secara telak oleh kemajuan teknologi, seakan – akan teknologi sudah merubah isi otak remaja Indonesia. Oleh karena itu, pemikiran dan tindakan – tindakan yang bersifat represif perlu dilaksanakan untuk merubah keadaan remaja Indonesia yang sudah berubah, baik mental, pola pikir dan semangatnya dalam memperjuangkan Ideologi Pancasila.

 

 

Daftar Pustaka

Sumber Buku

Budiyanto, 2007.  Pendidikan Kewarganegaraan .Jakarta: Erlangga

 

Sumber Internet

https://www.academia.edu/11107976/MAKALAH_PENGARUH_GLOBALISASI_TERHADAP_KEHUDUPAN_BANGSA_DAN_NEGARA

(Diakses 04 Juni 2015)

 

Sumber Gambar

Gambar 1

http://www.pnri.go.id/gambarmajalah/Endang_Gbr_3.JPG

(Diakses 04 Juni 2015)

Updated: June 9, 2015 — 11:22 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar