Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

DERASNYA GLOBALISASI TAK AKAN MENGGOYAHKAN PANCASILA

Oleh : Rizki Amalia Sari ( SMAN 2 Sidoarjo )

Pada era modern ini, Pancasila dikelilingi gemerlap hingar bingar dunia. Tantangan globalisasi yang mewarnai kehidupan bangsa Indonesia diyakini dapat memengaruhi keluhuran nilai-nilai budaya nasional yang telah terkandung dalam ideologi Pancasila.berbagai tawaran menggiurkan yang diusung oleh globalisasi boleh dikatakan sangat mendukung kelancaran konsep budaya global untuk menancapkan taringnya di tengah-tengah kehidupan bangsa yang multikultural.  Dengan banyaknya akulturasi budaya dan generasi yang terus berkembang, tampaknya Pancasila mulai tergerus zaman layaknya sengatan lebah yang menyerang sang garuda yang perkasa. Apakah anggapan itu benar adanya? mari kita telaah sejenak untuk mengetahui tikam jejak ideologi Pancasila kita tercinta ini.

Menelusuri kembali sejarah kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dahulu mengalami masa penjajahan oleh bangsa lain, ideologi Pancasila memiliki peranan penting dalam menyatukan bangsa Indonesia terutama sekitar masa kemerdekaan, karena merujuk kepada keseluruhan pandangan cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang konkrit. Ideologi Pancasila dalam artian itu bahkan dibutuhkan, karena mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan, memberikan orientasi mengenai dunia beserta isinya serta antar kaitannya, dan menanamkan motivasi dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajahan, dan selanjutnya mewujudkan dalam sistem dan penyelenggaraan negara.

Pandangan Pancasila tentang kehidupan negara dan bangsa Indonesia didasarkan atas pandangan tentang manusia yang bersifat monopluralis, sebagaimana yang dikonsepsikan oleh Notonegoro (1975). Ideologi Pancasila disini diartikan secara positif, karena mengacu kepada karakteristik, makna dan fungsi ideologi yang diyakini mampu memberikan semangat dan arahan yang berfaedah bagi kehidupan masyarakat yang harus berjuang melawan berbagai bentuk penderitaan dan kemiskinan ( TIM MKU Pendidikan Pancasila UNESA,2014).

Ideologi Pancasila adalah ideologi yang paling sesuai dengan bangsa Indonesia karena dapat mencerminkan pandangan hidup serta jati diri masyarakat yang tinggal di Republik Indonesia tercinta. Tak hanya itu, ideologi Pancasila memiliki kemampuan untuk bertindak preventif dan kuratif dalam menyelesaikan sikap arogansi sukuisme maupun menyangkut perbedaan keyakinan yang sangat rentan memunculkan konflik serta masalah yang ada dalam lingkungan sekitar. Dengan adanya ideologi Pancasila sebagai pedoman hidup, masalah akan dengan mudah terpecahkan dan memberikan kesadaran kepada semua elemen bangsa untuk mengedepankan semangat dialog dan konsolidasi  bersama dalam menyelesaikan setiap persoalan yang timbul. Secara tidak langsung, ideologi Pancasila memberikan ikatan emosional yang mendalam sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada warga negara Indonesia sehingga setiap persoalan seyogianya dilandasi dengan sikap kebersamaan, solidaritas, dan tepo saliro antara satu dengan yang lain.

Meskipun zaman terus berkembang, ideologi Pancasila tak pernah hilang dari jiwa bangsa Indonesia karena ideologi Pancasila memiliki sifat yang sangat kuat yaitu rigid tetapi juga fleksibel. Dalam artian rigid, ideologi Pancasila adalah sesuatu yang kokoh. Jikalau ada yang ingin membubarkan ideologi Pancasila maka bangsa Indonesia pastilah tidak akan bertahan sampai sekarang ini sebab jika Pancasila hilang itu artinya sama saja dengan membuyarkan bangsa Indonesia. Peradaban yang besar tidak akan pernah runtuh terkecuali ia merobek-robek dirinya sendiri (a great civilization never goes down, unless it destroy it self from within )(Ir soekarno dikutip dalam Ilahi, Mohammad Takdir,2012) Tetapi ideologi Pancasila tidaklah kuno yang seperti kita kira, karena ideologi Pancasila juga mengikuti perkembangan zaman karena memiliki sifat yang terbuka.

Pancasila sebagai ideologi merupakan ideologi terbuka dalam arti nilai-nilai Pancasila tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya bangsa Indonesia (Frans Magnis Suzeno, 1987). Hal ini menyebabkan Pancasila mampu menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, adat dan kebudayaan serta agama. Sebagai ideologi terbuka berarti Pancasila bisa menerima pendapat-pendapat yang hidup dalam masyarakat dan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk dapat memahami serta berpartisipasi dalam pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Keterbukaan Pancasila sebagai ideologi, menurut Wahyono (1996), diartikan dapat diperoleh informasi seluas-luasnya tentang Pancasila, sehingga dapat memahami dan bebas mendiskusikannya dalam rangka menghayati dan menumbuhkan kemampuan mengamalkannya untuk kesejahteraan sosial. Selain itu Pancasila sebagai ideologi terbuka juga tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkaya derajat kemanusiaan bangsa Indonesia karena Pancasila berperan sebagai filter yang dapat menyaring mana yang buruk dan mana yang baik bagi masyarakat Indonesia. Apalagi di tengah era globalisasi sekarang yang tiada batas. Apa yang terjadi di belahan bumi ini pada saat yang bersamaan dapat diketahui pada belahan bumi yang lain.

Dalam wacana politik internasional yang tidak menentu dan globalisasi bersama dengan gagasan-gagasan yang tidak seimbang saat ini telah menyebabkan bangsa-bangsa dunia dalam posisi sulit, terutama dalam rangka mempertahankan jati dirinya. Hal ini dikarenakan politik internasional dan globalisasi adalah sebuah proses penaklukan budaya, upaya penyebaran informasi dan mempertahankan jati diri diri adalah sesuatu keharusan sebagai mekanisme melestarikan budaa bangsa. Bangsa yang takuluk secara budaya, disukai atau tidak,akan mengambil budaya penakluk tersebut tapa melalu sebuah proses kreatif (Rosyid, dikutip dalam TIM MKU Pendidikan Pancasila UNESA,2014).

Dalam menghadapi globalisasi yang ditandai dengan persaingan dan tuntutan demokrasi, ideologi Pancasila mampu bersaing dan duduk sejajar dengan ideologi lain yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,baik kualitas moral, kualitas sosial,dan kualitas intelektual. Kualitas moral dan kualitas sosial berkaitan dengan jati diri bangsa. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Robertson, bahwa dalam globalisasi yang ditandai dengan homogenisasi tetap diperlukan jati diri bangsa sebagai identitas dalam pergaulan antar bangsa. Jati diri sebagai bangsa yang sudah tercermin dalam ideologi Pancasila adalah pondasi yang baik dalam membangun identitas yang dapat berjaya masa depan. Oleh karena itu, pembangunan jati diri bangsa Indonesia tidak akan pernah lepas dari ideologi Pancasila.

Pembangunan jati diri bangsa Indonesia kita rasakan dalam kandungan ideologi Pancasila. Dalm butir-butir Pancasila sudah tertulis 5 dasar yang dapat dijadikan acuan dalam membangun jati diri serta identitas bangsa Indonesia.  Dengan proses kreatif bangsa, upaya bangsa untuk melakukan evaluasi diri secara terus menerus, keberanian meninggalkan aspek-aspek negatif budaya sendiri, dan mengambil aspek-aspek positif budaya mainstream, serta mengambil keputusan atas postur budaya mereka sendiri dengan penuh tanggung jawab akan dapat terwujud secara berkala. Sejauh apapun proses globalisasi bersama gagasan-gagasannya yang tidak seimbang ini menyebabkan  bangsa-bangsa dunia ketiga dalam posisi sulit, terutama dalam rangka mempertahankan jati dirinya, bangsa Indonesia akan tetap berdiri tegak karena kekuatan yang telah terbangun di dalam jiwa masyarakat Indonesia. Karena globalisasi adalah proses penaklukan budaya, upaya mempertahankan jati diri ini adalah mekanisme  melestarikan diri sebagai sebuah bangsa. Bangsa yang takluk secara budaya, disukai atau tidak, akan mengambil budaya penakluk tersebut tanpa melalui sebuah proses kreatif. Sekuat apaun badai, seganas apapun rintangan, ideologi Pancasila akan tetap selalu tertancap dalam benak bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya.

Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan dari Pancasila yang dapat merajut renaisans nasionalisme dalam bingkai keragaman yang ada di Indonesia. Dengan semboyan yang fundamental tersebut, terciptalah keutuhan dan persatuan Indonesia . Ungkapan integrasi “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” merupakan ungkapan yang paling tepat untuk memandang keragaman yang ada di Indonesia sehingga kekuatan unity benar-benar terjadi. Ideologi Pancasila telah menciptakan paham yang dapat mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mewujudkan satu konsep identitas negara untuk bangsa kita tercinta. Harapan inilah yang membentuk kesadaran masyarakat melawan bentuk penjajahan,penindasan,eksploitasi, dan dominasi. Pada dasarnya ideologi Pancasila berisi jiwa dan semangat anti-imperialisme dan juga kapitalisme, menjadi komitmen dan konsistensi untuk membangun masyarakat yang madani,tamaddun, dan makmur guna mencapai cita-cita perdamaian dunia yang kekal dan abadi. Ideologi Pancasila memberikan pemahaman secara substansial signifikasi nasionalisme demi mewujudkan identitas nasional bangsa Indonesia.

Ketika tantangan globalisasi semakin mengimpit nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, ideologi Pancasila tetap siaga untuk melindunginya karena ideologi Pancasila memiliki strategi yang dinilai paling efektif yaitu dengan tetap menjaga mindset untuk selalu mempertahankan kebudayaan nasional Indonesia. Yang pertama, rakyat Indonesia yang pluralistik merupakan kekayaan aset nasional. Ideologi Pancasila memandang rakyat Indonesia adalah potensi nasional yang telah diberdayakan dan ditingkatkan secara produktivitas fisikal, mental, dan kultural sehingga membentuk generasi yang bisa diharapkan mampu melakukan revolusi pembebasan dan kemajuan demi kuatnya jati diri bangsa Indonesia di mata global yang dilakukan secara berkelanjutan. Kedua, ideologi Pancasila lahir dari tanah air Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Rote yang merupakan tempat bersemayamnya semangat kebhinekaan. Semanagat kebhinekaan tetap dipertahankan dan dipelihara  untuk selalu menyatu dalam sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia. Semangat kebhinekaan dengan landasan kearifan lokal dalam bingkai kemajemukan bangsa Indonesia menjadi momentum luar biasa untuk memacu potensi kedamaian dan solidaritas bersama sebagai satu kesatuan bangsa yang kuat. Kebhinekaan dalam sudut pandang ideologi Pancasila adalah pioner dan penegak dalam terbentuknya jadi diri bangsa dengan landasan kita semua bersatu padu dalam menopang kemajuan bangsa dalam dahsyatnya era globalisasi yang semakin mengemuka. Ketiga, ideologi Pancasila menumbuhkan pola pikir yang dilandasi oleh prinsip mutualisme yang bersifat inovatif, kerja sama sinergis, saling menghargai. Dengan kata lain, ideologi Pancasila telah meningkatkan kualitas social-kultural masyarakat Indonesia supaya selalu sinergis,dinamis, dan optimis sebagai bangsa yang bermartabat dan berdaulat demi menjadi bangsa yang tak akan luntur melawan tantangan globalisasi. Keempat, ideologi Pancasila membangun dan mengarahkan kebudayaan nasional Indonesia kepada suatu strategi kebudayaan untuk dapat menjawab pertanyaan, “Akan kita jadikan seperti apa jati diri bangsa kita dalam era global ini?” yang tentu jawabannya adalah, “Menjadi bangsa yang tangguh dan entrepreneurial, menjadi bangsa Indonesia dengan ciri-ciri nasional, berfalsafah dasar Pancasila, bersemangat bebas-aktif yang mampu menjadikan diri sendiri sebagai tuan di negeri sendiri, dan mampu berperan penting dalam percaturan global dan dalam kesetaraan juga mampu menjaga perdamaian dunia.” Dalam konteks ini, kebudayaan nasional adalah komponen utama dari ideologi Pancasila yang merupakan perekat jalinan kebersamaan bangsa Indonesia yang niscaya akan selalu menjadi kebutuhan bersama di tengah hiruk pikuk budaya global yang masuk ke negeri kita tercinta ini. Dan yang kelima, ideologi Pancasila memberikan semangat yang berlipat ganda bagi tiap generasi guna menghdapi masalah yang krusial agar identitas nasional tetap tegar.

Sebagai ideologi, Pancasila telah memberikan pengarahan yang bagus untuk bangsa Indonesia, yaitu mengajarkan character building. Character building adalah proses atau upaya tanpa henti untuk menggali, menemukan, membangun, dan terus menerus memperkuat nilai-nilai budaya asli-domestik di bumi nusantara yang luas ini sebagai nilai dasar atau nilai kunci yang tanpanya, eksistensi dan masa depan bangsa tidak dapat dipikirkan, dibayangkan, atau diandaikan. Ideologi Pancasila juga memberikan nation building sebagai tanda membangkitkan semangat nasionalisme dan berkomitmen untuk meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan. Nation building mampu menggerakkan semua individu, yang pada ujungnya mampu menempatkan negara dan bangsa dalam mainstream dunia. Melalui character building dan nation building  ini, masyarakat Indonesia bisa menyusun semangat api yang berkobar dan kepercayaan diri yang membara yang akan digunakan untuk  mempertahankan ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang sah di tengah badai globalisasi. Dengan rasa optimisme yang tinggi dan kepercayaan yang kuat, ideologi Pancasila akan tetap terjaga. Pembentukan budaya nasional secara utuh ini didasarkan pada upaya untuk mempetahankan identitas dan kesadaran nasional yang memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan bangsa dalam menghadapi pesatnya arus globalisasi.

Tetapi pada era modern ini sering kali kita jumpai generasi muda yang lemah dan mengikuti globalisasi seakan-akan ideologi Pancasila tidak memberikan nilai dan budaya pada mereka. Terjebaknya generasi muda pada kebudayaan popular bukan lantas membuat patah semangat untuk menandingi romantisme budaya tersbut. Melalui keterjebakan tersebut, ideologi Pancasila mulai melawan dengan segenap kemampuan dengan tujuan untuk menghargai kebudayaan nasional dan mempetahankan jati diri negara Indonesia yang merupakan komponen ideologi Pancasila. Dengan cara purifikasi, ideologi Pancasila melakukan usaha yang paling representatif yang bertujuan agar generasi muda kembali dan tetap berupaya merevitalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia ke arah yang lebih menjanjikan. Kembalinya generasi muda pada purifikasi juga akan membendung kebudayaan popular secara berangsur-angsur, bahkan kalau semangat bangsa Indonesia menyala-nyala, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang tidak pernah tergerus oleh kemajuan globalisasi. Akhirnya kita tetap menjadi diri sendiri dan mampu membangun masa depan bangsa tanpa harus ikut terbawa arus pada kemajuan globalisasi yang menawarkan nilai-nilai komersial yang tidak bermanfaat dan menguntungkan. Ideologi Pancasila mampu membuat sebuah gebrakan baru dalam rangka mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dari segala represivitas bangsa lain.

Tak diragukan lagi ideologi Pancasila memang memiliki peranan penting dalam menyatukan bangsa Indonesia yang membuat ideologi Pancasila tetap bertahan dalam kencangnya angin globalisai, karena ideologi Pancasila merujuk kepada keseluruhan pandangan cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang konkrit. Ideologi Pancasila juga meemiliki berbagai cara untuk mempertahankkan identitas bangsa Indonesia,nilai-nilai, dan budaya yang terdapat di jiwa tanah air kita tercinta. Pancasila tetap terbang di angkasa nusantara yang megah dan melindungi bumi tanah air dengan rentangan sayapnya yang lebar. Dengan gagah perkasa, Pancasila bagai sang garuda yang terbalut rasa nasionalisme dan optimisme mengibarkan bendera merah putih di langit global untuk terus mempertahankan eksistensinya. Tak peduli gempuran globalisasi menerjangnya, Pancasila sebagai ideologi tetap tegak bertahan dengan elemen dan komponen yang kokoh menyokongnya di tengah arus globalisasi yang deras ini.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Ilahi, Mohammad Takdir.2012.Nasionalisme Dalam Bingkai Pluralitas Bangsa.Jogjakarta:Ar-Ruz Zmedia

Tim MKU Pendidikan Pancasila Universitas Negeri Surabaya.2014.Pendidikan Pancasila.Surabaya:Unesa University Press

 

 

 

Updated: June 9, 2015 — 11:09 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar