Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

GOTONG ROYONG DALAM MENGAMANKAN PANCASILA DENGAN MENJAGA KARAKTER BUDAYA BANGSA DAN POTENSI LOKAL DAERAH

Oleh : Rosdiana ayu putri ( SMAN 1 Jember )

Kisah Raeni dari Kendal Jawa Tengah yaitu seorang mahasiswi yang lulus dengan predikat cum laude serta perjuangannya bersama ayahnya seorang tukang becak. Kisah seorang mahasiswi kedokteran bernama Birrul Qodriyah yang hanyalah putra dari seorang buruh tani memperoleh beasiswa bidik misi di kedokteran UGM. Kisah Habibi, Taufik Hidayat, Susi Susanti, Chaerul  Tanjung, dan masih banyak para pelajar yang berusaha mewujudkan impian mereka agar terwujud dan mengharumkan nama bangsa. Bagaimana tidak kita merasa haru ketika mendengar keberhasilan mereka yang tentu tidak serta merta tanpa jerih payah, keringat, upaya, dan pengorbanan dari mereka. Namun, perjuangan kisah mengharukan tersebut sangat bertolak belakang dengan realita yang kita lihat dan dengar akan kondisi pelajar saat ini.

Bukan hanya sekedar berita tawuran pelajar, tetapi saat ini kian beredar marak prostitusi online pelajar dan mahasiswa, kisah pesta bikini perayaan kelulusan pelajar SMA, dan geng motor pelajar, kecurangan pada saat ujian nasional, dan masih banyak lainnya. Alangkah miris ketika kita mendengar dan membayangkan bagaimana nasib bangsa Indonesia kedepannya.

Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi akar bangsa ini di masa mendatang harus bisa mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional dengan memiliki 3 modal dasar yang membuat ia mampu disebut sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) yaitu kekuatan moralnya dalam berjuang karena pada intinya apa yang Ia buat adalah semata–mata berlandaskan pada gerakan moral yang menjadi idealismenya dalam berjuang. Karena pemuda merupakan suatu potensi bagi negara sebagai armada dalam kemajuan bangsa. Peran pemuda sangatlah penting dalam mengisi pembangunan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Hal yang paling utama di saat era Budaya Asing seperti sekarang peran mahasiswa sangat berpengaruh terhadap bangsa. Baik dalam lingkup ilmu pengetahuan, etika, para mahasiswalah yang akan merubah status suatu bangsa, karena mahasiswa merupakan sosok insan akademis yang sedang menjalankan aktivitas pendidikan yang terbilang tingkatannya yang paling tinggi, jika moral mahasiswa buruk maka nama bangsa juga akan ikut tercemar, jika cara berpikir mahasiswa kearah yang positif maka Indonesia akan lebih mudah untuk menemukan penemuan-penemuan baru yang akan mencuatkan nama Indonesia di belahan dunia maka mahasiswa harus bisa membawa negara ini kedalam perubahan yang lebih baik

Indonesia dalam hal kepadatan penduduk masuk dalam posisi ke-empat setelah China, India, dan Amerika. Namun, Indonesia bila dibandingkan dengan ketiga negara tersebut sangat ketinggalan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Lalu pertanyaannya adalah: Apakah pendidikan di Indonesia harus meniru pendidikan di China? Jawabannya adalah “tidak”. Mengapa? Karena Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah ruah. Sehingga ketika Sumber Daya Alam itu dikelola dengan baik, maka Indonesia tidak hanya menjadi Negara berkembang, tetapi juga akan menjadi Negara yang maju dan kaya raya,

Pendidikan di Indonesia harus berdasarkan kepada potensi lokalnya. Napoleon Bonaparte mengatakan: Kebijakan pemerintah harus berdasar kepada letak geografis dari suatu wilayah tersebut. Para siswa dan mahasiswa di daerah pesisir harus tahu bagaimana menjadi nelayan yang profesional. Di daerah ladang harus tahu bagaimana menjadi peternak yang hebat. Di daerah gunung harus tahu bagaimana  cara bercocok tanam dengan baik. Serta di daerah tambang harus mampu mengelola sumber daya alamnya dengan mandiri.

Dengan terealisasikannya hal-hal tersebut, maka laut di Indonesia akan menjadi kolam ikan dunia, ladang – ladang di Indonesia akan menjadi ladang ternak dunia, hutan Indonesia akan kembali menjadi paru-paru dunia, dan tambang Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dunia. Kita sebagai generasi muda bangsa Indonesia mau tidak mau harus mempersiapkan diri, karena kitalah penerus dan penerima estafet kepemimpinan masa depan, maka kita harus mempersiapkan diri dengan pendidikan.

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang, Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, bapak/ ibu guru, dan orang tua, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita semua. Ayo kita semua bersama-sama berjuang untuk mencapai cita-cita serta memperbaiki pendidikan di Indonesia. Semua itu tergantung pada kita sendiri bagaimana kita bisa menggali potensi diri kita. Bagaimana kita berusaha mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,  dengan semangat kita tunjukan kecemerlangan pendidikan Indonesia.

 

Peran Pelajar dalam pelestarian Pancasila

Peranan pelajar adalah dengan memperteguh penanaman nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Para generasi muda sekarang harus dapat bersatu dan damai walaupun berbeda agama, suku, dan budaya. Dapat berpikir Rasional, Demokratis, dan Kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di Negara kita. Memiliki semangat jiwa muda yang dapat membangun Negara Indonesia yang mandiri dapat mencontoh seperti karakter para pahlawan bangsa kita. Dengan cara cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa Indonesia, serta menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan persaudaraan antar agama, ras atau suku bagi semua bangsa Indonesia agar tidak terjadi perpecahan ataupun perselisihan antar bangsa Indonesia. Dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia mengharapkan peranan pemuda dapat menjadi karakteristik yang baik bagi Indonesia. Untuk mencapai kondisi yang baik generasi muda Indonesia harus mempunyai jati diri yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Masa depan kebangsaan Indonesia sangatlah ditentukan oleh generasi muda terdidik dan terlatih, apalagi mereka adalah generasi yang banyak mendapatkan berbagai pengetahuan teoritik maupun praktis di Perguruan Tinggi tentang tema-tema pembangunan bangsa. Karena pemudalah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.

Peran konkret pelajar dalam melestarikan Pancasila diantaranya yakni:

  1. Menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara RI.
  2. Menjadikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.
  3. Menjadikan Pancasila sebagai ideologi Negara.
  4. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran agama yang dianut masing-masing.
  5. Menumbuhkan semangat Gotong royong bersama-sama membangun Negara.
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk-produk dalam negeri.
  2. Menjaga kerakteristik khas bangsa, seperti ramah tamah, sopan santun dll.
  3. Hidup sederhana dan tidak menganut budaya konsumtif.
  4. Menjaga kebudayaan adat istiadat daerah yang dimiliki.
  5. Menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan baik dan benar.
  6. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  8. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  9. Membela bangsa dan negara.
  10. Selektif terhadap pengaruh Budaya Asing di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
  1. Menjalankan perintah agama sesuai ajaran yang dianut masing-masing.
  2. Saling menghormati antar umat beragama.
  3. Tidak memaksakan suatu agama pada orang lain.
  4. Tidak membeda bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi,maupun tingkat pendidikan.
  5. Menyadari bahwa kita diciptakan sama oleh Tuhan.
  6. Membela kebenaran dan keadilan.
  7. Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
  8. Tidak melakukan diskriminatif.
  9. Cinta pada tanah air dan bangsa.
  10. Menjaga nama baik Bangsa dan Negara.
  11. Tidak membangga-banggakan bangsa lain dan merendahkan bangsa sendiri.
  12. Ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia.
  13. Menjunjung tinggi persatuan bangsa.
  14. Menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
  15. Mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  16. Selalu mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah.
  17. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
  18. Mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan Negara.
  19. Menghormati hasil musyawarah.
  20. Ikut serta dalam pemilihan umum.
  21. Berusaha menolong orang lain sesuai kemampuan.
  22. Menghargai hasil karya orang lain.
  23. Tidak mengintimidasi orang dengan hak milik kita.
  24. Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
  25. Menghormati hak dan kewajiban orang lain.
  26. Memanfaatkan teknologi secara tepat guna dan tidak terbawa arus negatif budaya/ teknologi asing.
  27. Menjaga sumber daya alam Indonesia.
  28. Memanfaatkan dan melestarikan potensi sumber daya alam.
  29. Menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mengelola sumber daya alam Indonesia.
  30. Turut serta berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.
  31. Memberdayakan potensi sumber daya masyarakat.

Arus budaya asing begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda, telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Banyak anak muda lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan karena budaya asing menganut kebebasan dan keterbukaan. Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa.

Langkah- langkah untuk melindungi Pancasila dari dampak negatif budaya asing terhadap nilai-nilai nasionalisme antara lain yaitu:

  1. Dilihat dari budaya asing politik, pemerintah dijalankan secara terbuka dan demokratis karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentu akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
  2. Dari aspek globalisai ekonomi, terbukanya pasar internasional yang meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
  3. Dari budaya asing sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi, disiplin dan iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
  4. Budaya asing mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tersebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang.
  5. Dari budaya asing aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri membanjiri Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
  6. Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat.
  7. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin karena adanya persaingan bebas dalam Budaya Asing ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
  8. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antar perilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Peran Pelajar dalam mengamankan Pancasila sangat penting dalam menghadapi arus budaya asing karena Pancasila merupakan sebuah kekuatan ide yang berakar dari bumi Indonesia untuk menghadapi nilai-nilai dari luar, sebagai sistem filter terhadap berbagai pengaruh luar, nilai-nilai dalam Pancasila dapat membangun sistem dalam masyarakat kita terhadap kekuatan-kekuatan dari luar sekaligus menyeleksi hal-hal baik untuk diserap, dan sebagai sistem dan pandangan hidup yang merupakan konsensus dasar dari berbagai komponen bangsa yang plural ini. Dengan Pancasila, moral sosial, toleransi, dan kemanusiaan, bahkan juga demokrasi bangsa ini dibentuk. Tetapi sangat disayangkan jika wacana Pancasila belakangan ini mulai berkurang. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi budaya asing bangsa Indonesia akan tetap bisa menjaga eksistensi dan jati diri bangsa Indonesia. Perlu digalakan kembali penanaman nilai-nilai Pancasila melalui proses pendidikan dan keteladanan. Menurut Mahfud MD (2006: 52), Pancasila dalam sistem ketatanegaraan kita semestinya dipandang sebagai dasar negara sekaligus ideologi negara. Sebagai dasar negara, Pancasila mengandung makna yuridis kuat sebagai norma dasar (ground norm), dan berbagai peraturan perundangan yang tersusun secara hierarkis harus bersumber pada Pancasila. Peningkatan kualitas pendidikan melalui Pendidikan karakter. Karakter tidak bisa diajarkan lewat lisan dan tulisan, karakter diajarkan lewat keteladanan oleh kehadiran sosok pendidik, baik orang tua dan guru, yang berkompeten dan berintegritas. Menurut Anies Baswedan dalam Orasi Kebangsaan dalam Memperingati Hari Kelahiran Pancasila Sebagai Dasar Negara Pancasila Pengikat Tenun Kebangsaan Di Negara Gotong Royong, menyatakan bahwa Gotong royong adalah saripati Pancasila. Gotong royong pulalah yang menjadi ciri khas negara sebagai sebuah impian bersama.

Indonesia adalah sebuah cita-cita yang diikrarkan untuk dicapai melalui gotong royong bersama-sama. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai aspek harus bergotong royong dalam mengamankan Pancasila khususnya para generasi muda penerus bangsa.

Negara Indonesia menganut paham demokrasi pancasila yang berasaskan gotong-royong, kekeluargaan, musyawarah dan mufakat. Dalam kondisi yang seperti ini pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup memegang peranan penting. Pancasila akan menilai sesuatu yang dapat diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai  baru yang berkembang nantinya akan tetap berada pada kepribadian bangsa Indonesia. Setiap negara di dunia sangat memerlukan pandangan hidup agar mampu berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah serta tujuan yang akan dicapai. Dengan pandangan hidup suatu bangsa mempunyai pedoman dalam memandang setiap persoalan yang dihadapi serta mencari solusi dari permasalahan untuk melindungi dan mengamankan Pancasila.

Generasi penerus bangsa sekarang ini merupakan pelaksana cita-cita dari pilar Negara, NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai Pancasila tekad dan semangat dalam diri generasi penerus bangsa yang tertanam kuat, maka mereka tidak mudah terbawa arus karena nilai-nilai Pancasila sudah memasuki sendi-sendi kehidupan generasi muda.

Pancasila perlu di lestarikan adalah karena agar nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam pancasila itu sendiri tidak berubah kebelakang atau dengan kata lain mengalami kemunduran makna, sebaliknya melalui pelestarian pancasila kita mengharapkan nilai-nilai pancasila menjadi lebih baik dalam masa yang akan datang, dengan tidak menghilangkan atau mengurangi nilai-nilai luhur.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Buku

Kaelan. 2008. Pendidikan Pancasila. Paradigma: Yogyakarta.

  1. Hum. Rukiyati, dkk. 2008. Pendidikan Pancasila. UNY Press: Yogyakarta.

Mahfud MD. (2006: 52), Pancasila dalam sistem ketatanegaraan: Jakarta

Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa (Jakarta: LP3ES, 2009).

Saksono. Ign Gatut. 2007. Pancasila Soekarno. Cipta Media Jaya: Yogyakarta.

 

Jurnal

 

Kresna. Pengaruh Budaya Asing Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.2005.internet:Public Jurnal

jurnal ideologi. 2008. pengaruh – Budaya Asing – terhadap – ideologi – pancasila

 

 

Sumber pustaka daring (online)

http://www.isomwebs.net/2011/10/makalah-pengamalan-pancasila/

http://www.romadhon-byar.com/2012/01/sikap-positif-kita-terhadap-pancasila.html

Memperingati Hari Kelahiran Pancasila Sebagai Dasar Negara Pancasila Pengikat Tenun Kebangsaan Di Negara Gotong Royong%.html

google/orasi/anies-baswedan/pancasila-pengikat-tenun-kebangsaan-di-negara-gotong-royong

https://yulianingsih92.wordpress.com/2012/12/16/kedudukan-pancasila-di-era-Budaya Asing/

http://catrondgaul.blogspot.com/2014/03/tanpa-judul.html

www.google.com/search?q=aksi%20nyata%20mahsiswa%20dalam%20melestarikan%20pancasila&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefoxchannel=np&source=hp#channel=np&q=contoh+sikap+melestarikan+pancasila&rls=org.mozilla:en-US%3Aofficial

http://dewhiee-anggraini.blogspot.com/2014/01/peran-mahasiswa-dalam-melestarikan.html

http://www.orasi-indonesia/Anies Baswedan dalam Orasi Kebangsaan dalam

Updated: June 9, 2015 — 11:11 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar