Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

IDIOLOGI PANCASILA DALAM GEMPARAN ARUS GLOBALISASI

Oleh : Ninik Nurhayati

Pemikiran tentang pancasila, menurut anda apa kah pancasila itu? Mungkin kebanyakan orang itu,  tau apa itu pancasila, namun mereka tidak mengetahui apa arti dari pancasila itu sendiri pada masyarakat umum nya hanya mengetahui dan mengapa pula pancasila itu bisa di katakan sebagai ideologi negara., menurut saya sendiri, , pengertian pancasila itu sendiri adalah pedoman untuk menjalani kehidupan bernegara layak nya sebuah kitab Al-qur’an yang dijadikan pedoman atau dasar serta acuan dalam setiap permasalahan kehidupan bagi Negara Arab Saudi yang menjadikan Al-qur’an sebagai dasar dalam menjalankan pemerintahannya. Berbeda lagi dengan kita sebagai orang Indonesia yang menjadikan pancasila sebagai dasar  untuk bernegara. Dan menjadikan Al- qur’an sebagai pedoman atau dasar menjalankan kehidupan. Disamping itu,  Pancasila termasuk sumber dari segala sumber dan dasar menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.  bagi  orang- orang arab Saudi,,. Karena kita orang Indonesia, maka yang bisa dijadikan sebagai dasar bernegara adalah pancasila. dan menjadikan al- qur’an sebagai dasar menjalani kehidupan.  atau bisa dikatakan sebagai dasar nilai – nilai untuk mewujudkan suatu cita – cita bangsa .yang bisa di katakan sebagai ideologi. pancasila    Ideologi pancasila merupakan hal yang teramat penting dalam suatu negara dimana idiologi sendiri mempunyai arti sebuah pemikiran yang mempunyai ide yang meliputi aqidah dan solusi atas semua permasalahan kehidupan bernegara. Dimana ideologi juga sebagai suatu pandangan hidup atau pedoman dalam suatu negara agar suatu negara tersebut mampu berdiri kokoh dan mengetahui tujuan yang hendak dicapai dalam suatu negara . namun permasalahan kali ini adalah, banyak ideologi yang berkembang di dunia yang mempengaruhi pemerintahan dan pola pikir suatu masyarakat dalam negara. Bukan hanya itu, munculnya beragam ideology yang berbeda juga menimbulkan pertentangan antar penganut paham ideology yang berbeda tersebut  yang dikenal dengan perang ideologi. Dimasa era globalisasi ini .fenomena globalisasi yang semakin berkembang  pesat dimana waktu ruang dan jarak bukan lagi menjadi pembatas globalisasi dapat berpengaruh terhadap perubahan – perubahan nilai budaya bangsa. Khususnya bangsa Indonesia yang mau tidak mau, suka tidak suka telah datang menggeser nilai- nilai yang ada. Dimana nilai tersebut ada yang berdampak negative dan juga ada yang positif. Semua ini merupakan ancaman dan tantangan dn sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi, berinovasi, disegala aspek kehidupan khususnya pada generasi muda di indonesia. Gemparnya arus globalisasi membawa dampak  di segala bidang diantaranya bidang ekonomi, politik serta social budaya  khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak hanya berdampak positif saja, namun juga berdampak negative bagi ideologi pancasila.  arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat terhadap nilai- nilai asing yang negative semakin besar. Masyarakat yang bersikap indivualis, materialistis dan lunturnya budaya leluhur dari semula karena ideology merupakan suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat  mengatur rakyat dalam berbangsa dan bernegara, selanjutnya tindakan apa kah yang harus dilakukan oleh masyarakat dan bangsa dalam menaggapi arus globalisasi? Ruang semakin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasai berlangsung di segala bidang kehidupan seperti ideology, politik ekonomi, social dan budaya. Dimana teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor pendukung utama dari globalisasi. Perkembangan teknologi yang beigitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Namun kebanyakan orang di dunia tidak dapat menyaring pengaruh globalisasi dari sisi positif dan negatif nya. Yang bisa mengancam eksistensi kepribadian bangsa.  Pengorbanan pahlawan kita begitu besar terhadap bangsa Indonesia untuk merdeka, dan menjadikan pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Diantara salah satu pahlawan nasional kita ketika berbagai masalah tentang pancasila sebagai asas organisasi islam muncul adalah, kiai haji achmad  shiddiq, seorang tokoh ulama nahdlatul ulama yang lahir di jember. beliau yang berperan besar terhadap kehidupan bernegara. Beliau telah meyakinkan mereka yang telah menentang pancasila sebagai asas organisasai ketika disalah satu sisi mereka menghendaki pancasila sebagai dasar negara tetapi disisi lain, juga menghendaki peran besar islam terhadap kehidupan bernegara. Sikap responden ini sbaiknya dimaknai bahwa ada harapan besar   islam memiliki peran normative dan menjadi sumber nilai . konteks demokrasi tentu wajar ketika nilai- nilai mayoritas ingin mewarnai secara dominan pula dalam konteks kehidupan bernegara. Meski sepakat pancasila sebagai ideologi negara, mereka tidak ingin islam marginal secara politik. Hasil survey pun cukup menggembirakan ketika dalam , konteks penguatan pancasila sebagai sebagai  ideologi negara . 100%  menyatakan setuju pancasila sebagai dasar negara temuan ini menunjukkan perkembangan yang menarik. Di awal remormasi banyak muncul gerakan yang ingin menerapkan syariah islam atau mengusulkan kembali piagam  Jakarta, ternyata gerakan tersebut tetap minoritas dan tak memiliki basis yang kuat. Kokohnya pancasila sebagai ideologi negara diperkuat dengan pandangan responden yang menyatakan bahwa nilai- nilai islam tidak bertentangan dengan pancasila sebanyak 95% hanya 5% yang menyebut islam dan pancasila saling bertentangan. Temuan ini menguatkan fakta pancasila  yang memang digali dari nilai- nilai social budaya dan agama masyarakat Indonesia mungkin banyak masyarakat yang saling berbeda pola pikir dan perdebatan tentang pancasila sebagai asas organisasi islam. Yang menjadikan sebuah permasalahan yang cukup besar.  Namun, berbeda lagi dengan seorang tokoh besar  nahdlatul ulama, yakni Kiai Haji Ahmad Shiddiq yang tidak mempertentangkan tentang pancasila sebagai asas organisasi islam dan mampu mencairkan ketegangan yang terjadi anggota organisasi kemasyarakatan yang termasuk NU. Pada munas ulama NU di situbondo , ratusan ulama berkumpul di pesantren salafiyah syafiiah, sukorejo, KiaiHaji Ahmad Shiddiq berhasil meyakinkan mereka untuk menerima pancasila sebagai asas organisasi. Beliau menjelaskan soal pancasila mengapa NU harus menerima asas tersebut. Beliau berargumentasi bahwa pancasila dan islam adalah hal yang dapat sejalan dan saling menunjang. Keduanya tidak bertentangan dan tidak boleh ada yang mempertentangkan. Dan beliau juga berkata, bahwa NU  menerima pancasila  berdasarkan pandangan syariah.  Bukan semata- mata  berdasar pandangan politik. Dan NU tetap berpegang pada ajaran aqidah  dan syariat islam. Beliau juga berpandangan tentang islam dan pancasila dimana dalam masalah islam dan pancasila banyak yang melontarkan pertanyaan- pertanyaan yang kemudian dikemukakan. “bagaimanakah kedudukan pancasila  dihadapan agama (islam), bagaimana sikap umat islam dengan pancasila sebagai asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Serta implikasi terhadapnya terhadap interaksi social umat islam yang sehubungan penerimaan pancasila tersebut?, tentang kedudukan pancasila dihadapan islam,  Kiai Haji Ahmad Shiddiq menegaskan bahwa pancasila adalah ideologi dan islam adalah agama. Ideologi pada umumnya diartikan cita- cita atau filsafat tidak dapat dipungkiri karena dalam kompleknya, hal- hal yang terkandung dalam ideologi sehingga mampu mempengaruhi watak dan tingkah laku penganutnya dalam kehidupan sehari – hari, sehingga ada yang secara berlebihan menganngap bahwa ideologi adalah agama’’ padahal bagaimana pun  hebatnya ideologi ia tetap hasil sebagai pemikiran manusia tidak akan sampai kederajat agama. Seorang pemeluk agama  boleh saja berfilsafat, berideologi, berbudaya, berdasar negara , berkeyakinan  asalkan ideologi dan sebagainya itu  tidak bertentangan dengan dengan ajaran agama  dan menempatkan agama dan ideologinya tidak bertentangan Dan dengan agamanya pada tempatnya masing- masing secara tepat . dalam hubungan antar agama  dan pancasila,  keduanya dapat sejalan saling menunjang dan saling menguatkan dan keduanya dapat bersama sama dilaksanakan dan diamalkan tanpa harus memilih salah satu ataupun membuang dari salah satunya . Karena itu, sangat tepat kebijaksanaan  pemerintahan bahwa pancasila tidak akan diagamakan  dan agama tidak akan dipancasilakan . begitulah argumentasi dari seorang ulama besar sekaligus, pahlawan nasional. Dengan peristiwa itu menandai sebuah babak baru dalam perjalanan NU sebagai organisasi masa islam yang pertama kali menerima asas tunggal , bahkan sebelum resmi diundangkan pada 1985.secara sistematis keputusan menerima pancasila sebagai asas tunggal dirumuskan dalam deklarasi. Dimana deklarasi tentang hubungan pancasila dan islam terdapat 5 poin. Yang pertama, pancasila sebagai dasar dan falsafah  Negara Republik Indonesia, bukanlah agama dan kedudukannya tidak bisa digantikan sebagai agama. Kedua, sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara republic Indonesia. Yang menjiwai sila- sila yang lain dimana, mencerminkan tauhid. Ketiga,  bagi NU islam adalah aqidah dan syariah, yang meliputi hubungan secara vertikal antara manusia dengan Allah serta sesama antar manusia. Ke empat, penerimaan dan pengalaman pancasila yang merupakan perwujudan dari upaya umat islam Indonesia untuk menjalankan syariat agama nya. Dan yang kelima sebagai konsekuensi dimana NU berkewajiban mengamankan  pengertian yang benar tentang pancasila. kiai haji ahmad shiddiq pun juga menegaskan konsekuensi lain  dari penerimaan asas tunggal pancasila adalah menerima wujud Negara Republik Rakyat Indonesia dengan pancasila sebagai dasarnya ,yang merupakan upaya final seluruh bangsa terutama kaum muslimin untuk mendirikan negara di wilayah nusantara. Karena berkat argumentasi nya dan kemampuan intelektual dan kapasitas keulamaan ahmad shiddiq  lah mengenai pancasila sebagai asas tunggal yang mampu mendapatkan pujian dari kepala pemerintahan yang sedang menjabat yakni presiden sueharto serta mampu memecahkan segala permasalahan dan perdebatan tentang kedudukan pancasila dalam islam. Tidak heran lagi kalau banyak usulan yang mengusulan kiai haji ahmad shiddiq sebagai, pahlawan nasional, dimana peran beliau sangat besar terhadap kehidupan bernegara serta mempunyai mental yang peduli terhadap ideologi pancasila dan agama. Dan sekarang sudah selayak nya kita memberikan sebuah penghargaan terhadap beliau sebagai pahlwan nasional yang patut untuk ditelani olheh semua masyararakat dikalangan bangsa maupun negara. Era globalisasasi semakin marak membawa dampak begitu besar disegala bidang terutama dalam terutama dalam bidang teknologi. Serta pergaulan antar bangsa semakin kental, dimana pergaulan antar bangsa kini menjadi proses akulturasi, saling meniru, dan saling mempengaruhi diantara budaya masing- masing. Dan yang paling harus kita cermati dari proses akulturasi adalah proses lunturnya nilai  budaya kepribadian bangsa. Sebagai contoh dapat kita lihat dikehidupan sehari- hari semakin banyak masyarakat yang bersikap individualistis, konsumerisme, semakin menonjolnya matearelistis dan lunturnya budaya  leluhur semula serta arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat terhadap nilai- nilai asing yang negative semakin besar. Apalagi masalah globalisasi ini tidak cepat diatasi, akan berakibat lebih serius lagi  ketika pada puncaknya,  masyarakat tidak bangga lagi terhadap bangsa dan negaranya serta menghancurkan generasi muda serta mengancam eksestensi bangsa dan ciri luhur bangsa Indonesia. Karena pengaruh globalisasi yang begitu semarak lah yang mungkin mengakibatkan kebanyakan orang tidak peduli dan tidak mau berfikir tentang sebab lunturnya pancasila jika dibandingkan dengan pemahaman masyarakat tentang pancasila  dengan lima belas tahun yang lalu, sudah sangat berbeda, saat ini, sebagian masyarakat cenderung menganggap pancasila hanya sebagai symbol negara dan melupakan nilai- nilai filosof yang terkandung dalam pancasila. padahal pancasila merupakan  dasar negara dan sumber dari segala  sumber hukum disertai dengan undang-  undang sebagai nafas sebagai eksistensi bangsa Indonesia. Sementara itu, lunturnya nilai  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara  dikarenakan  tidak satunya kata dan perbuatan pemimpin bangsa., pancasila hanya dijadikan sebagai slogan di bibir para pemimpin, akan tetapi  berbagai tindak dan prilakunya justru jauh dari nilai- nilai luhur pancasila. seperti kurangnya komitmen dan tanggung jawab pemimpin melaksanakan nilai- nilai pancasila dimana telah mendorong  munculnya kekuatan baru yang tidak melihat pancasila sebagai pegangan hidup baangsa Indonesia, akibatnya, terjadilah kekacauan dalam tatanan kehidupan bangsa.  Hal ini lah yang menjadikan sebuah malapetaka bagi  bangsa Indonesia, ditambah lagi dengan fenomena fenomena yang mungkin sudah pernah kita lihat seperti kemerosotan moral, mental, etika dalam bermasyarakat dan bernegara terutama pada generasi mudah sekarang ini.prubahan itu, dapat kita lihat dalam masyarakat ini gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari – hari anak muda sekarang, ditunjukkan dari cara berpakain  dan berdandan layak nya selebritis yang cenderung meniru budaya barat. Dengan berpakain minim dan memperlihatkan  bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan dengan gaya rambut dicat dengan beraneka warna. Mereka lebih suka menjadi orang lain dan meniru budaya luar yang menutupi identitasnya sebagai  masyarakat Indonesia dari pada menjadi diri sendiri. Padahal berpakain sopan adalah wujud dari kepribadian bangsa, namun para pemuda tidak mau melestarikan budaya,. Disertai lagi dengan maraknya  teknologi internet yang memberikan informasi tanpa batas dimana semua orang dan siapa saja bisa mengaksesnya. Namun  mereka  tidak  dapat memanfaatkan nya dengan baik. Banyak pelajar  dan mahasiswa menggunakan internet tidak semestinya semisal untuk membuka situs-situs porno. Yang menjadikan rasa social terhadap masyarakat menjadi tidak ada dan menjadikan mereka lebih cuek dan tidak peduli dengan  lingkungan dan nilai- nilai kepribadian bangsa. Disinilah semakin terasa bahwa, sedikit demi sedikit, perlahan-perlahan, negara kita Indonesia, telah dijajah oleh bangsa barat. Kalau sudah begitu,  apakah yang harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menanggulangi hal yang seperti itu? Diantara  Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negative globalisasi adalah semangat mencintai produk dalam negri, menanamkan dan mengamalkan pancasila, dengan sebaik baiknya, menanamkan  dan melaksanakan ajaran agama sebaik- baiknya,  menerapkan dan menegakkan hukum sebenar- benarnya, selektif terhadap pengaruh globalisasi terhadap globalisasi dibidang politik, ekonomi,  social, budaya bangsa. Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut, diharapkan mampu  menagkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga masyarakat Indonesia tidak akan  kehilangan kepribadian bangsa dan negaranya sendiri.

 

 

 

Updated: June 9, 2015 — 11:06 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar