Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

KONTRIBUSI NYATA PANCASILA PADA PEMUDA DALAM GEMPURAN ERA GLOBALISASI TERHADAP PEMBANGUNAN BANGSA

Oleh: Syafira Ulfatul Isla ( SMAN 1 Jember )

 

Ranah globalisasi yang semakin menjadi-jadi menghancurkan segala sektor yang ada di Indonesia. Seolah menginginkan korban yang tak kecil skalanya, yakni masa depan bangsa Indonesia. Di sisi lain keadaan pemuda semakin tidak terkontrol disebabkan imbas globalisasi yang semakin sulit untuk disaring. Indonesia semakin haus akan hukum yang tepat. Lantas dimana ideologi yang seharusnya menjadi peganagn utama dalam gempuran kehidupan yang semakin bergejolak? Sebenarnya salah siapakah ini? Antara tekhnis atau mekanisme ideologi? Atau adakah yang terselubung dalam ideologi pancasila?

Falsafah hidup yang tidak diragukan lagi keberadaanya di Indonesia, yaitu Pancasila. Sebagai landasan utama dalam pengaturan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mampu mengikat utuh NKRI hingga saat ini. Saat ini telah memasuki era globalisasi dimana ruang, jarak, dan waktu bukan lagi menjadi pembatas. Secara sadar atau tidak sadar, hal tersebut turut menggeser nilai-nilai yang ada ,dimana di dalamnya terdapat nilai positif dan negatif. Itu semua adalah ancaman, tantangan, hambatan, sekaligus sebagai peluang bagi bangsa ini untuk berkreasi dan berinovasi di segala aspek kehidupan, khususnya pada generasi muda Indonesia. Pemahaman Tentang Pancasila Dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Di Kalangan Generasi Muda, Dinilai Sudah Kurang. Banyak Anak Muda Yang Tidak Memahami Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila Dan UUD 1945.

Banyak Anak Muda Yang Sekadar Mengucapkan Secara Urut Pancasila Dan UUD 1945 Pun Tidak Bisa. Bagaimana bisa memahami dan menghayati, Krisis Pemahaman Generasi Muda Terhadap Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 akan semakin parah

Menurut Notonegoro Pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Dalam hal ini jelas sekali bila pemuda Indonesia sebagai wadah yang ampuh untuk dijadikan unggulan dalam membenahi keadaan bangsa yang semakin rentan terhadap kehancuran. Secara hukum pemuda adalah manusia yang berada pada rentang usia 15-30 tahun. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia dengan total kurang lebih 220 juta jiwa.

 

 

 

 

 

 

 
gambar 1. Piramida penduduk Indonesia tahun 2010

Dari grafik di atas dapat dilihat bahwa piramida penduduk Indonesia saat 2010 berjenis ekspansi dengan karakteristik populasi terbesar berada pada rentang usia muda (produktif). Hal tersebut merupakan bonus demografi yang dapat menjadi sebuah peluang jika pemerintah dapat mengelola para pemuda-pemudi tersebut, namun menjadi sebuah ancaman jika pemerintah tidak dapat mengatasi bonus atau kelebihan manusia tersebut. Ditambah dengan globalisasi yang merasuk dalam setip kehidupan maka perlu ditanamkanya kembali Pancasila dalam setiap remajauntuk menyelamatkan nasib bangsa Indonesia. Bonus demografi ini mencapai puncaknya pada rentangan tahun 2015 saat ini.

 

Bagaimana tidak miris melihat kenyataan yang terjadi saat ini. Para kaum pemuda seolah tidak memiliki karakte seperti pemuda terdahulu yang ikut memperjuangkan berdirinya pancasila. Bercermin pada kasus criminal yang sering kali pemuda menjadi dalangnya semakin menjadikan hokum di Indonesia mengalami degradasi nyata, kinerja pemerintah harus lebih giat dalam penagnggulangan kasus seperti ini. Sebagai contoh yang masih hangat adalah kasus asusila terhadap siswi SMP di Kendal, Jawa Tengah menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan empat pelaku dimana tiga diantaranya teman sekolah korban.  Hal yang sangat menganggu bila terus dibiarkan.

Bagaimanakah sebenarnya pandangan remaja terhadap ideologi negara Indonesia, yaitu pancasila yang telah diperjuangkan oleh kaum terdahulu. Pancasila Adalah Ideologi Dasar Bagi Negara Indonesia. Nama Ini Terdiri Dari Dua Kata Dari Sansekerta: Pañca Berarti Lima Dan Śīla Berarti Prinsip Atau Asas. Pancasila Merupakan Rumusan Dan Pedoman Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.Lima Sendi Utama Penyusun Pancasila Adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Dan Tercantum Pada Paragraf Ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.

Nilai – nilai luhur yang terkandung dalam pancasila memiliki sifat obyektif – subyektif. Sifat subyektif maksudnya pancasila merupakan hasil perenungan dan pemikiran bangsa Indonesia, sedangkan bersifat obyektif artinya nilai pancasila sesuai dengan kenyataan dan bersifat universal yang diterima oleh bangsa – bangsa beradab. Oleh karena memiliki nilai obyektif – universal dan diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia maka pancasila selalu dipertahankan sebagai dasar negara.

Jadi berdasarkan uraian tersebut di atas maka pancasila sebagai dasar negara memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga cita – cita para pendiri bangsa Indonesi dapat terwujud.

Globalisasi merupakan ideologi yang berkembang sejak era Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Globalisasi menjadi pedang bermata dua yang di satu sisi merupakan hal yang positif namun dibalik hal positif tadi tersimpan banyak hal negatif yang dapat membunuh karakter bangsa pelan-pelan. Jika jaman dahulu, bangsa Indonesia berperang lebih ke arah melawan penjajahan fisik dari kolonial akan tetapi saat ini bangsa Indonesia berperang melawan virus globalisasi yang menusuk ke seluruh sendi-sendi kehidupan. Pancasila sebagai ideologi bangsa ini seolah tak berdaya diterjang berbagai macam bentuk virus globalisasi.
Sasaran paling mudah bagi globalisasi tentunya adalah kaum muda yang masih labil dan masih mencari jati diri. Pancasila sebagai ideologi dan tameng bagi segala macam virus negatif dari luar seakan sudah hilang dari diri pemuda Indonesia. Negara ini seolah sudah kehilangan jati diri dan mudah untuk dirasuki oleh produk-produk berbau kapitalisme modern. Pemuda-pemudi Indonesia saat ini mungkin sudah kehilangan ruh Pancasila sehingga ketika mereka menjadi dewasa di kemudian hari Pancasila sudah tidak menjadi landasan untuk berfikir dan bertindak. Akibatnya korupsi, kolusi, nepotisme merajalela dengan begitu cepat dan tidak terbendung.

Tugas negara sekarang ini adalah membangkitkan kembali ruh Pancasila kepada seluruh masyarakat khususnya para pemuda. Pancasila adalah satu-satunya sumber kekuatan terbesar negara Indonesia yang telah digagas oleh para pendiri negara ini. Seluruh sila dari Pancasila merupakan suatu sistem filsafat yang memiliki kekuatan yang luar biasa dan tiada bandingannya dengan ideologi bangsa lain di dunia. Sila-sila Pancasila merupakan hirarki yang utuh dan saling menjiwai, tidak terpisahkan satu sama lain.

Pengertian Ideologi Pancasila  tidak bisa diartikan secara jelas dan definitif dikarenakan ideologi pancasila merupakan hal yang telah dirancang oleh Para Pemikir dan Pejuang memperjuangkan kemerdekaan bangsa saat itu yang diramu berdasarkan perbedaan dari sabang sampai marauke. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia itu merupakan ideologi terbuka yang memungkinkan untuk mengikuti perkembangan ideologi dan meyesuaikan masyarakat indonesia yang berbeda-beda.  Definisi Ideologi pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang meliputi sila-sila pancasila sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, alinea IV yang telah ditetapkan pada tanggal 18 agustus 1945

Pancasila sebagai Ideologi terbuka dapat diartikan ideologi yang dapat berinteraksi dengan ideologi yang lain. Artinya, Ideologi pancasila dapat mengikuti perkembangan yang terjadi pada negara lain yang memiliki ideologi yang berbeda dengan pancasila dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini disebebabkan karena ideologi pancasila memiliki nilai-nilai yang meliputi nilai dasar, instrumental dan praktis

Nilai dasar adalah nilai yang ada dalam pancasila yang merupakan representasi dari nilai atau norma dalam masyarakat bangsa dan negara Indonesia. Nilai dasar merupakan nilai yang tidak bisa berubab-ubah sepanjang bangsa Indonesia berpedoman pada nilai tersebut. Contoh nilai dasar adalah sila-sila Pancasila yang ada dalam alinea IV, UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.

Nilai instrumental adalah nilai yang merupakan pendukung utama dari nilai dasar Pancasila. Nilai ini dapat mengikuti setiap perkembangan yang baik dalam negeri maupun dari luar negeri. Nilai ini dapat berupa TAP MPR, UU, PP dan peraturan perundangan yang ada untuk menjadi tatanan dalam pelaksanaan ideologi pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai dapat berubah sesuai perkembangan zaman.

Nilai Praktis Pancasila adalah nilai yang harus ada dalam praktik penyelenggaraan negara. Sifat nilai ini adalah abstrak. Artinya berupa semangat para penyelenggara negara dari pusat hingga ke tingkat yang terbawah dalam struktur sistem pemerintahan negara Indonesia. Semangat yang dimaksud adalah semangat pemerintahan negara Indonesia.

Pancasila sebagai Ideologi Pancasila tidak bersifat kaku dan tertutup melainkan dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa Pancasila dalam perkembangannya bersifat aktual, dan senantiasa menyesuaikan denga perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta, dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

Keterbukaan Ideologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, tetapi memiliki kemampuan yang membangun untuk memecahkan masalah masalah aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta zaman.

Pengertian Ideologi Pancasila sebagai ideologi negara secara struktur memiliki tiga sisi atau dimensi yaitu: 1. Dimensi Idealis, artinya nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat Sistematis, Rasional, dan menyeluruh; 2.Dimensi Normatif (aturan), artinya nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma sebagaimana yang terkandung dalam norma kenegaraan; 3. Dimensi realistis, maksudnya nilai-nilai itu harus mampu mencerminkan kenyataan hidup dan perilaku yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi dan Peranan Pancasila meliputi yang pertama adalah Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia, Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, Pancasila sebagai perjanjian luhur Indonesia, Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia, Pancasila sebagai moral pembangunan Pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila.

Setiap bangsa di dunia yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup inilah suatu bangsa akan memandang persoalan yang dihadapinya sehingga dapat memecahkannya secara tepat. Tanpa memiliki pandangan hidup, suatu bangsa akan merasa terombang – ambing dalam menghadapi persoalan yang timbul, baik persoalan masyarakatnya sendiri maupun persoalan dunia.

Pancasila sebagai pandangan hidup sering juga disebut way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia atau petunjuk hidup. Walaupun ada banyak istilah mengenai pengertian pandangan hidup tetapi pada dasarnya memiliki makna yang sama. Lebih lanjut Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari – hari masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun prilaku haruslah selalu dijiwai oleh nilai – nilai luhur pancasila.

Hal ini sangat penting karena dengan menerapkan nilai – nilai luhur pancasila dalam kehidupan sehari – hari maka tata kehidupan yang harmonis diantara masyarakat Indonesia dapat terwujud. Untuk dapat mewujudkan semua itu maka masyarakat Indonesia tidak bisa hidup sendiri, mereka harus tetap mengadakan hubungan dengan masyarakat lain. Dengan begitu masing – masing pandangan hidup dapat beradaftasi artinya pandangan hidup perorangan / individu dapat beradaptasi dengan pandangan hidup kelompok karena pada dasarnya pancasila mengakui adanya kehidupan individu maupun kehidupan kelompok.

Selain sebagai dasar Negara, Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai pendangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila berarti konsepsi dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani hidup. Dalam konsepsi dasar itu terkandung gagasan dan pikiran tentang kehidupan yang dianggap baik dan benar bagi bangsa Indonesia yang bersifat majemuk.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sebenarnya merupakan perwujudan dari nilai-nilai budaya milik bangsa Indonesia sendiri yang diyakini kebaikan dan kebenarannya. Pancasila digali dari budaya bangsa sendiri yang sudah ada, tumbuh, dan berkembang berabad-abad lamanya. Oleh karna itu, Pancasila adalah khas milik bangsa Indonesia sejak keberadaannya sebagai sebuah bangsa. Pancasila merangkum nilai-nilai yang sama yang terkandung dalam adat-istiadat, kebudayaan, dan agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, Pancasila sebagai pandangan hidup mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia.

Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila juga berperan sebagai pedoman dan penuntun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, ia menjadi sebuah ukuran/kriteria umum yang diterima dan berlaku untuk semua pihak Secara sederhana, ideologi dipahami sebagai gagasan-gagasan dan nilai-nilai yang tersusun secara sistematis yang diyakini kebenarannya oleh suatu masyarakat dan diwujudkan di dalam kehidupan nyata. Nilai-nilai yang tercermin di dalam pandangan hidup ditempatkan secara sistematis kedalam seluruh aspek kehidupan yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan didalam upaya mewujudkan cita-citanya. Jadi, dengan kata lain ideologi berisi pandangan hidup suatu bangsa yang menyentuh segala segi kehidupan bangsa. Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat membutuhkan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup yang jelas, suatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana mereka memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Dengan berpedoman pada pandangan hidup sebagai ideologi, sebuah bangsa akan membangun diri dan negerinya.

Oleh karena itu, dalam hal ini pemuda memiliki andil yang sangat besar dalam pembenahan bangsa Indonesia. Dalam gempuran globalisasi maka diperlukan penanaman kembali nilai-nilai pancasila dalam diri pemuda guna memperkokoh pilar Negara, sebagaimana pemudalah sebagai tunas bangsa ini. Tidak lepas dari kenyataan bahwa pemudalah yang bertanggung jawab akan nasib keutuhan, persatuan dan kesatuan NKRI. Kita sebagai pemuda penerus bangsa hendaknya terus berinovasi, berkarya, dan tetap berpegang teguh pada pancasila sebagai ideologi dalam ranah globalisasi. Menjadikan Indonesia semakin baik lagi dengan segenap kemampuan serta usaha. Dengan adnya kinerja yang seimbang antara kontribusi pancasila, pemuda sebagai tokoh utama, dibantu pemerintah dan warga Negara, maka akan terbuka jalan menuju Indonesia dalam masa depan yang cerah.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://daerah.sindonews.com/read/998047/22/usai-dicekoki-miras-siswi-smp-digilir-teman-sekolah-1430898021. Diakses pada bulan juni 2015

https://docs.google.com/document/d/1tLEc8N52UsxcdLJYhEtAfJ7oH8YyDWhb5DIowsLIo4o/edit. Diakses pada bulan juni 2015

https://tugasips.wordpress.com/2011/09/26/pkn-pengertian-pancasila-menurut-para-ahli/. Diakses pada bulan juni 2015

http://blog.isi-dps.ac.id/bayuwirawan/krisis-ideologi-pancasila. Diakses pada bulan juni 2015

Updated: June 9, 2015 — 11:24 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar