Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

Pancasila Dan Globalisasi

Oleh :WandaPrigganistyani (SMK HIdayatul Muntadien )

Siapa yang tak kenal Pancasila? Pasti semua mengenalnya bukan. Pancasila adalah dasar ideologi bagi bangsa Indonesia. Pancasila berasal dari 2 kata yang diambil dari bahasa sanksekerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti asas atau prinsip (dikutip dari id.m.wikipedia.org/wiki/Pancasila). Setiap bangsa yang merdeka memiliki landasan atau dasar yang dipakai di dalam menata, mengatur, dan menyelenggarakan sistem pemerintahan Negara. Bangsa Indonesia telah memiliki dan menetapkan pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara (dikutip dari buku canggih pendidikan kewarganegaraan kelas VIII). Lima dasar tersebut antara lain:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa;
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
  3. Persatuan Indonesia;
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan;
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Makna istilah dari Pancasila, istilah pancasila telah dikenal sejak jaman Majapahit pada abad ke-14 ,yaitu terdapat pada buku Negara kertagama karangan Empu Prapanca, dan dalam buku sutasoma karangan Empu Tantular. Pancasila berarti “pelaksanaan kesusilaan yang lima”(dikutip dari buku canggih pendidikan kewarganegaraan kelas VIII).

Tahukah apa itu globalisasi? Pasti semua pernah mendengarnya yaitu proses mendunia. Atau proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.(dikutip dari id.m.wikipedia.org/wiki/Globalisasi) Teknologi yang terus berkembang itulah yang menyebabkan arus globalisasi semakin kuat.

Indonesia, Negara yang kita tempati ini memiliki lambang Negara yang berbentuk burung , bukan rajawali ataupun elang. Melainkan burung garuda. Burung garuda disini diambil dari filosofi orang hindhu yaitu garuda wisnu kencana yang berarti tunggangan dewa wisnu. Mengapa mengambil dari filosofi orang hindhu? Sebab dahulu Indonesia mayoritas masih beragama hindhu budha. Burung garuda tersebut digambarkan membawa sebuah perisai dan mencengkeram pita putih yang bertuliskan semboyan warga Indonesia yaitu Bhinekka tunggal ika berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Perisai yang menjadi pelindung diri burung garuda disitu terdapat butir-butir pancasila yang digambarkan menjadi lambang bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng serta padi dan kapas.

Akan saya perjelas tentang lambang-lambang diatas tersebut. Yang pertama adalah lambang bintang. Lambang bintang berwarna kuning mewakili sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Warna kuning disitu melambangkan sebuah keesaan dan bintang berarti ketuhanan. Lambang bintang tersebut hanya memiliki 5 sudut, karena bangsa Indonesia dahulu hanya memiliki 5 agama yang diakui. Landasan bintang berwarna hitam mempunyai arti sebuah keabadian. Sila pertama ini memiliki arti yaitu:

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Warga Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing;
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  5. Agama dan kepercayaan adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa;
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing;
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.(dikutip dari id.m.wikipedia.org/wiki/Pancasila).

Rantai, mewakili sila kedua dari pancasila. Bentuk rantai disini sangatlah unik. Lingkaran dan persegi yang saling menyambung yang memiliki arti sebagai putra dan putri Indonesia. Dengan landasan berwarna merah dengan artian warna merah berarti berani. Sila kedua dari pancasila ini memiliki arti bahwa:

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya;
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia;
  4. Mengembangkan sikap tenggang rasa;
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain;
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan;
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan;
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan;
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia;
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain. (dikutip dari id.m.wikipedia.org/wiki/Pancasila).

Sila ketiga dilambangkaan sebagai pohon beringin yang akarnya menjalar kemana-mana dan kuat, yang berarti bahwa pendirian Negara Indonesia ini sangatlah kuat. Serta pohon beringin ini berukuran besar yang artinya bisa mengayomi. Lambang pohon beringin ini berlandasan warna putih yang memiliki arti suci. Arti dari sila ketiga ini ialah:

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan;
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan bangsa apabila diperlukan;
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa;
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia;
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial;
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika;
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.(dikutip dari id.m.wikipedia.org/wiki/Pancasila).

Kemudian sila keempat, digambarkan sebagai kepala banteng yang bermakna keluhuran bangsa. Banteng sendiri memiliki sifat yang baik, yaitu bila tidak dijajah maka tidak akan menjajah. Sila keempat ini mempunyai arti :

  1. Sebagai warga Negara dan warga masyarakat , setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama;
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain;
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama;
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan;
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah;
  6. Dengan ikhtikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah;
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan;
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur;
  9. Keputusan diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama;
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. (dikutip dari id.m.wikipedia.org/wiki/Pancasila).

Yang terakhir adalah lambang padi dan kapas. Mewakili sila kelima yang menunjukkan bahwa padi adalah pangan masyarakat Indonesia dan kapas ialah sandangnya. Sila terakhir ini memiliki arti bahwa:

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan;
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama;
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban;
  4. Menghormati hak orang lain;
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri;
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain;
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah;
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum;
  9. Suka bekerja keras;
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama;
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadila sosial.(dikuti dari id.m.wikipedia.org/wiki/Pancasila).

Dipandang dari sisi lain. Indonesia yang memiliki penduduk yang sangat ramah, ada saja masalah yang menerpa misalnya saja dampak dari globalisasi yang negatif. Tapi globalisasi tidak hanya membawa dampak negatif bagi Indonesia tapi ada sisi positifnya juga. Bukan hanya Indonesia yang mengalami dampak globalisasi bahkan di seluruh dunia mengalami arus globalisasi ini.

Arus globalisasi inilah yang berperan aktif dalam transformasi Indonesia yang tradisional ke Indonesia yang saat ini sudah modern. Karna banyak perubahan sampai kebanyakan warga Indonesia melupakan budayanya sendiri. Contohnya saya sendiri, saya sebagai pelajar Indonesia sedikit tidak mengenal budaya asli daerah saya, karna mungkin daerah saya ini tidak banyak mengenalkan budaya kepada saya. Mungkin saat kecil saya masih menemukan permainan anak-anak yang masih tradisional dan masih memainkannya, tapi sekarang apa itu masih ada? Itu sangatlah langka sekali. Anak-anak jaman sekarang kebanyakan menyukai permainan yang berbau game online. Contohnya game angry birds, plant and zombie dan lain sebagainya. Saya sendiri juga menyukai game seperti itu.

Dampak negatif yang dapat kita lihat dewasa ini adalah trend pakaian yang sering kita jumpai di sekitar. Pakaian serba mini, baju yang berukuran mini, celana berukuran mini maupun rok  mini. Padahal Indonesia ini kaya akan kain batik kenapa para muda-mudi ini memakai pakaian yang kurang bahan. Mungkin karena mereka yang berpakaian serba mini ini sudah berfikiran mini, karena tidak berfikir akan bahaya saat memakai pakaian seperti itu. Seringkali kita mendengar banyak sekali terjadi pelecehan dan kejahatan. Karena itu kita selaku warga Indonesia yang baik harus bisa menjaga Indonesia dari hal buruk. Langkah awal yang perlu kita ambil adalah menjaga diri kita dahulu. Inilah contoh dampak negatif yang terjadi apabila kita menyalahgunakan globalisasi:

  1. Warga Indonesia banyak terpengaruh oleh budaya barat, karena nilai-nilai budaya barat sangatlah mudah masuk ke Indonesia;
  2. Banyaknya penyalahgunaan sarana komunikasi sosial media misalnya facebook, twitter, BBM, line dan sebagainya;
  3. Terjadinya kejahatan contohnya banyak terjadi penyelundupan barang ke Indonesia misalnya narkoba, sabu-sabu dan lain-lain;
  4. Terjadinya kerusakan lingkungan, serta masih banyak lagi.

Saat Indonesia mengalami dampak negatif dari globalisasi, kita  juga harus melihat dampak positif yang dibawa globalisasi. Di Indonesia ini sudah banyak perkembangan teknologi yang terjadi. Mayoritas warga Indonesia sudah memakai handphone untuk berkomunikasi bahkan juga internet sudah bisa diakses dimana-mana, bahkan internet sudah bisa kita genggam. Kita pun sebagai warga Indonesia semakin mudah bertukar informasi atau sekedar berkomunikasi walaupun jarak jauh. Dampak positif yang terjadi karena adanya arus globalisasi ialah:

  1. Kemajuan teknologi yang semakin canggih. Memudahkan berbagi informasi, berkomunikasi, dan transportasi;
  2. Kehidupan di Indonesia yang semakin mudah karena sudah modern;
  3. Mudah memperoleh informasi ilmu pengetahuan, dan masih banyak lagi.

Sebagai putra dan putri Indonesia sebaiknya kita harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Sebaiknya dampak negatif yang ditimbulkan globalisasi wajib kita tinggalkan. Dan kita wajib menoleh pada pancasila yang menjadi prinsip warga Indonesia supaya kita bisa berkehidupan yang baik. Pancasila dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan kehidupan Indonesia yang sejahtera:

  1. Kehidupan pribadi/keluarga
  • Saling mencintai sesama anggota keluarga
  • Menolak semua pengaruh ideologi /faham yang bertentangan dengan pancasila
  • Percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  • Berusaha mempelajari dan mengahayati nilai-nilai Pancasila
  • Mengamalkan nilai-nilai Pancasila
  • Bertekad selalu mematuhi peraturan keluarga
  • Bertekad untuk menghormati semua anggota keluarga
  • Menjaga nama baik di antara sesama anggota keluarga
  • Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan keluarga (dikutip dari buku cerdas pendidikan kewarganegaraan VIII).
  1. Kehidupan di lingkungan sekolah
  • Menjaga keamanan dan ketertiban sekolah
  • Tidak membeda-bedakan teman di dalam pergaulan
  • Menolak semua pengaruh ideologi /faham yang bertentangan dengan pancasila
  • Melaporkan kepada guru apabila ada siswa yang melakukan kegiatan bertentangan dengan Pancasila dan lain-lain
  • Berusaha mempelajari Pancasila dengan cara membaca buku, diskusi atau menanyakan kepada guru
  • Tidak memaksakan agama kepada teman
  • Menghormati agama/ kepercayaan teman/ orang lain
  • Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban diantara sesama teman
  • Mentaati tata tertib sekolah
  • Belajar dengan baik untuk meraih prestasi
  • Menjaga persatuan dan kesatuan diantara sesama warga sekolah
  • Menghormati semua warga sekolah (dikutip dari buku cerdas pendidikan kewarganegaraan VIII).
  1. Kehidupan di lingkungan masyarakat
  • Menjaga persatuan dan kesatuan diantara sesama warga masyarakat
  • Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat
  • Saling mencintai sesama warga masyarakat
  • Bertekad mematuhi peraturan dalam masyarakat
  • Menyebarluaskan/ menyosialisasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan masyarakat
  • Menolak semua pengaruh ideologi /faham yang bertentangan dengan pancasila
  • Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada kegiatan yang bertentangan dengan pancasila
  • Mengembangkan sikap kekeluargaan diantara sesama warga masyarakat
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa
  • Mengembangkan hidup sederhana di dalam masyarakat
  • Tidak memaksakan agama kepada orang lain
  • Menghormati agama orang lain
  • Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban diantara sesama warga masyarakat (dikutip dari buku cerdas pendidikan kewarganegaraan VIII).

Untuk menyikapi arus globalisasi ini kita harus mempertebal keimanan, mencintai kebudayaan bangsa sendiri, jangan mudah terpengaruh oleh budaya luar yang kurang baik, serta mengamalkan sila-sila dalam Pancasila.

Seharusnya kita sebagai warga/ pelajar Indonesia yang baik jangan mudah terpengaruh oleh arus globalisasi. Kita harus bisa menyaringnya dan mengetahui mana yang baik mana juga yang buruk untuk menyelamatkan kehidupan kita supaya Negara kita ini memiliki warga Negara yang bermoral baik. Semua yang buruk wajib kita tinggalkan dan semua yang baik wajib kita ambil. Dan kita jangan sampai meninggalkan budaya sendiri cuma karena adanya budaya yang baru masuk kita meninggalkan budaya sendiri. Indonesia yang kaya akan budayanya harus kita lestarikan supaya anak cucu keturunan kita bisa menikmati akan indahnya budaya sendiri. Dan juga sebagai warga Indonesia harus berpegang teguh pada pancasila dan semboyan kita yaitu Bhinekka tunggal ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Menjaga kerukunan antara warga akan menjadikan Indonesia semakin maju lagi bahkan kita juga bisa menjadi Negara maju tidak hanya Negara berkembang.

 

Daftar pustaka:

  • m.wikipedia.org/wiki/Pancasila
  • m.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
  • Buku Cerdas Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VIII

 

Updated: June 9, 2015 — 11:29 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar