Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

PEMBUDAYAN IDEOLOGI PANCASILA dalam PERSPEKTIF GLOBALISASI yang BERKESINAMBUNGAN

Oleh : Santi Devi ( SMAN Klakah )

Dalam zaman kemajuan seperti sekarang,yang berhubungan antara bangsa demikian eratnya, membangun masyarakat modern harus membuka diri. Bangsa yang menutup erat dirinya akan tertinggal  oleh kemajuan zaman  apakah dampak globalisasi hanya berdampak pada bidang sosial,ekonomi,dan politik saja? Tentunya tidak banyak bidang lain yaitu ,seperti bidang pendidikan,bidang teknologi informasi,dll. Masuknya kebudayaan lain akan semakin deras sejalan dengan kebebasan dan keterbukaan.  Pancasila adalah landasan yang harus dipakai  sebagai pedoman dalam beriteraksi utamanya dengan era global di masa ini. Sekali proses penyesuain dan penerusan budaya modern berhasil terlampaui tumbuhlah masyarakat Indonesia yang  kuat,bersatu,dan dinamis.

Namun, harus diingat  bahwa proses penyesuaian ini tidak selamanya berjalam dengan mudah karena kemungkinan terjadinya  goncangan sosial dan psikologis.Dalam prosees penyesuaian ini keadaan  masyarakat umumnya rawan karena nilai-nilai lama mulai ditinggalkan sedangkan nilai baru belum melembaga. Lalu bagaimanakah nasib bangsa Indonesia jika para generasi muda terbawa arus globalisasi? Bagaimana peran ideologi Pancasila dalam globalisasi?

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik para founding fathers ketika Negara Indonesia didirikan. Nilai – nilai dan isi yang terkandung dalam Pancasila sudah dipertimbangkan dengan baik supaya bisa sejalan dengan pandangan dan sifat Bangsa Indonesia. Pancasila sering digolongkan ke dalam ideologi tengah di antara dua ideologi  besar paling berpengaruh di dunia.

Pancasila memiliki pandangan yang berbeda karena Pancasila menerapkan sistem demokrasi dengan kebersamaan,efisiensi,berkeadilan,berkelanjutan,berwawasan lingkungan,kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan. Namun,semua realitas di alam mengalami perubahan. Pengaruh  budaya asing banyak dikaitkan dengan mulai tergerusnya nilai – nilai Pancasila di era globalisasi. Akibat kemajuan IPTEK khususnya teknologi komuikasi.

Tidak satu pun bangsa dan negara mampu mengisolir diri dan menutup rapat – rapat dari pengaruh budaya asing. Demikian juga terhadap masalah ideologi. Pancasila harus mampu menghadapi pengaruh budaya asing,khususnya ilmu dan teknologi moden serta latar belakang filsafatnya yang berasal dari luar. Sudah hilangkah pemahaman akan Pancasila? Lupakah akan slogan Bhineka Tunggal Ika?

Pengamalan nilai – nilai Pancasila yang bersifat etik secara individu maupun kelompok sebagai pedoman bersikap dan bertingkah laku. Penerapan nilai – nilai itu misalnya beribadah menurut keyakinan masing- masing. Sikap tersebut merupakan contoh pengamalan sila pertama dan sila kedua yaitu nilai sila ketuhanan dan kemanusiaan. Sedangkan,untuk menjaga persatuan seluruhbangsa indonesia dapat diambil dari sila ketiga yang berisi bersesuaian. Jika nilai ketiga Pancasila diaplikasikan dengan baik maka tidak akan terjadi perpecahan pada Bangsa Indonesia dan Bangsa Indonesia tidak mudah dipecah belah oleh bangsa lain.

Apabila suatu permasalahan di lingkungan sosial dalam lingkup kecil atau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada skala besar maka pengambilan keputusan akan dilaksanakan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakatdan menghindari penggunaan kekerasan.

Hal ini sejalan dengan sila keempat Pancasila yaitu, nilai sila kerakyatan yang dipimpin  oleh hikmat keijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Untuk menerapkan nilai keadilan dalam sila kelima diwujudkan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban yang diseimbangkan antara masyarakat dengan pemerintah.

Jika semua nilai – nilai terebut terealisasikan dapat dipastikan bahwa berdampak positif bagi masyarakat. Namun,yang menjadi keraguan di sini ialah bangsa Indonesia sendiri kurang memahami makna nilai – nilai Pancasila. Bahkan lebih buruknya lagi ada sebagian masyarkat yang justru tidak hafal dengaan isi Pancasila.

Sumber yang menjadi keprihatinan saat ini yaitu,kalangan pejabat,wakil rakyat,atau pemimpin rakyat justru yang tidak hafal Pancasila. Apakah terlalu banyak permasalahan negara yang mereka hadapi sehingga menjadi penyebab mereka terlua dengan isi Pancasila? Ataukah mereka menganggap Pancasila itu tidak penting sehingga hilang begitu saja dari memori otak? Apakah mereka tidak malu dengan seorang anak TK yang bahkan belum tahu makna nasionalisme tetapi dari bibir mungil mereka terucap terus – menerus isi Pancasila?  Ya,begitiulah kondisi bangsa Indonesia. Ideologi yang mereka anut dan mreka elu – elukan kesempurnaannya ternyata hanya menjadi formalitas.

Mungkin hanya ada segelintir orang dari jutaan penduduk Indonesia yang mampu dan mau memahami,memaknai serta menerapkan nilai – nilai Pancasila.

Pancasila mampu membawa kesejahteraan bagi masyrakat dan membawa kemajuan bagi Indonesia di lingkungan regional maupun di kancah dunia internasional. Apakah rugi mengamalkan nilai – nilai Pancasila apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini? Bukankah mudah mengamalkan nilai –   nilai Pancasila yang memiliki dampak positif daripada mengamalkan budaya asing dari negara lain?

Betapa mirisnya generasi zaman sekarang yang lebih memilih mengamalkan nilai budaya asing daripada nilai Pancasila sebagai dasar ideologi Indonesia.

 

Filsafat Pancasila sebagai pola berpikir, filsafat diartikan sebagai “ the art of thinking thing trough”  dalam pengertian ini kita melibatkan diri dari balam berpikir secara logika,sistematik,dan persistem,mengenai subyek yang dipelajari. Pancasila yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 adalah kualifkasiya sebagai ideologi.

Ideologi adalah seprangkat nilai intrinsik yang diyakini kebenarannya, dijadikan dasar menata masyarakat dalam bernegara. Ideologi bersumber pada filsafat tertentu.

Ideologi Liberalisme bersumber pada Filsafat Individualisme.

Ideologi Komunisme bersumber pada Filsafat Matearilisme.

Pancasila sebagai ideologi bersumber pada Filsafat Pancasila.

Pancasila sebagai ideologi modern. Pidato Bung Karno,1 Juni 1945 secara tegas menguraikan bahwa Pancasila telah digalidan didasari oleh revolusi budaya bangsa selama berabad-abad. Kemudian Bung Karno menyuusun secara rasional sehingga terlihat betapa pancasila mengandung nilai universal, yang dimaksud universal yaitu nillai-nilai yang terkandung di ndalamnya dijunjung tiggi oleh bangsa-bangsa yang beradab di dunia.

Pancasila sebagai dasar negara merupakan kesepakatan politik ketika negara indonesia didirikan,hingga sekarang di era globalisasi Negara Indonesia tetap berpegang teguh kepada Pancasila. Adapun pendapat yang menyatakan “untuk meningkatkan loyalitas masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila pertama kali perlu di bangun adanya rasa memiliki terhadap nilai-nilai Pancasila.

( Sumaryati,2005 ; 115 ).

 

 

 

 

Proses Globalisasi

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi,informasi dan transportasi . berkat penelitian di bidang elektromagnetik beturut-turut orang menciptakan telegraf,telepon,radio,televisi. Semua ini memberikan dimensi baru dalam hal pengendalian propaganda sehingga penguasaan dan hegemoni tidak lagi membutuhkan kehadiran alat-alat pemakaian secara fisik.

Terciptanya teknologi komunikasi ini disusul dengan terciptana berbagai teknologi transportasi yang berkembang cepat. Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan telepon genggam dengan segala fasilitasnya.  Fasiltas-fasilitas tersebut semakin memudahkan pengendalian tersentral dan global. Kini transfer modal dan segala macam transaksi tidak perlu dilakukan secara fisik,melainkan hanya dilakukan melalui pertukaran dokumen sehingga lebih efektif dan efisien.  

Globalisasi secara fisik ditandai dengan :

  1. Berkembangnya kota-kota yang menjadi bagiandari jaringan kota dunia. Hal ini,dapat dilihat dari infrastruktur ,telekomunikasi,jaringan transportsi,perusahaan-perusahaan  berskala internasional serta cabang-cabangnya.
  2. Kerja sama antar pasar-pasar uang.
  3. Tumbuhya pasar-pasar tenaga kerja antarnegara ( transnasional ).

 

Menurut James Petras ,kekutan penggerak globalisasi adalah negara-negara imperial pusat perusahaan multinasional dan bank-bank dengan dukungan lembaga-lembaga keuangan intrnasional. Negara menjadi motor penggerak globalisasi,alokasi sumber daya  ekonomi pada aktor-aktor global.

 

 

Pancasila berasal dari bahasa sansekerta. Dalam bahasa sansekerta panca artinya lima dan syila artinya batu  sendi,alas/dasar. Syila artinya peraturan tingkah laku yang baik. Pancasila adalah :

  1. filsafat NKRI yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam pembukaan UUD 1945,diundangkan dalam Berita Republik Indonesia Tahun II No.7  tanggal 15 Februari 1945 bersama dengan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.

Merupakan suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dari masyarakat indonesia,maka pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi oleh warganya.

  1. Pancasila sebagai dasar negara.

Kedudukan ini sering disebut sebagai dasar fisafat negara ( Philosofische Grondslag) dari negara, ideologi negara ( Staatsidee ). Dalam pengertian ini pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur pemerinthan negara atau  dasar untuk mengatur penyelengaraan negara.

  1. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia.

Pada hakikatnya hukum hanya merupakan suartu hasil perenungan atau pemikiran seseorang  atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia,namun,Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat,kebudayaan,serta nili religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.

 

Pancasila :

  1. Ketuhanan yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaann yang Adil dan Beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Lahirnya pancasila di dalam ketetapan MPR No II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Panca Karsa menjabarkan kelima asas dalam pancasila menjadi 36 butir tersebut terdapat beberapa butir yang perlu dikritisi lebih lanjut,diantaranya :

  1. Sila pertama,tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.karena pada butir tersebut dijelaskan bahwa agama yang diyakini Indonesia harus pula dihargai dan tidak di “minoritaskan”.sekali pun di Indonesia trdapat golongan agama yang “mayoritas”.
  2. Sila kedua,yang di dalam bunyinya “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”,dimana di dunia internasional pun mengenai penjagaan HAM sangat dijunjung tinggi,lalu marilah kita bersama menghormati sesama  dengan adil sebagai insan yang beradab.
  3. Sila ketiga,menempatkan kesatuan,persatuan,kepentingan,dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Bagaimana pun politik yang menguasai negara ini,bagaimana pun kepentingan golongan yang  mereka bawa,diharapkan dapat benar-benar mewakili kepentingan nasional. Mari kita fikirkan baik-baik,bagaimana politik harus sejalan dengan nasionalisasi di negeri ini,sehingga menghasilkan politikus yang juga negarawan yang nasionalis.
  4. Sila keempat,memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. Apa yang terjadi sekarang ini merupakan kebalikannya. Kini masyarakat cenderung tidak mempunyai rasa kepercayaan terhadap pemimpin yang dipilihnya sendiri. Saling mencurigai yang tidak akan menjadi jalan keluar untuk negeri ini.

Belajarlah mencurigai diri sendiri.,mungkin saja suatu saat nanti di pundak kita lah tonggak  kepemimpinan harus ditegakkan  dan dijaga amanahnya.

  1. Sila kelima,mengenai menjaga keseimbanggan antara hak dan kewajiban. Namun ,sering kali terlihat bahwa lebih banyak orang yang lebih dahulu menuntut haknya daripada melakukan kewajibannya. Lebih parahnya lagi,apabila hak tersebut sudahdidapatkan mereka lantas melupakan kewajiban yang seharusnya mereka laksanakan.

Nilai Pancasila sebagai pedoman kehidupan sangat bergantung pada pembudayaan Pancasila dari generasi seecara berkesinambungan. Pembudayaan pancasila bersifat wajib bagi :

  1. Para penyelenggara negara

Agar mereka menjadi tauladan dalam pengamaln dan pengamanan nilai    Pancasila.

  1. Semua partai politik.

sebagai salah satu pilar demokrasi dan organisasi masyarakat wajib melaksanakan pembudayaan Pancasila bagi pengurus dan anggotanya.

  1. Masyarakat pers dan dunia.

Usaha sebagai pilar penting dalam pembangunan kemandirian bangsa wajib melaksanakan pembudayaan Pancasila bagi pengurus dan anggotanya.

  1. Seluruh warga negara.

Pembudayaan nilai  Pancasila dahulu sudah sangat baik dilkukan,dengan adanya P4,kini pembudayaan itu mengalami inkonsistensi. Nilai-nilai kebaikan Pancasila diajarkan dengan setengah hati dan  tanpa keteladanan.

Pembudayaan nilai-nilai Pancasil di kalangan warga negara dapat dilakukan melalui :

  1. Prosees pendidikan kewarganegaraan.
  2. Organisasi positif seperti BEM.
  3. Berinteraksi dan berakulturasi.

Selain ke-4 cara diatas  terdapat cara lain yang di ungkapkan oleh Ketua MPR yang terdapat di surat kabar   yang menguak tentang Ketua MPR : Nilai-nilai Pancasila untuk Tangkal Dampak Negatif  Globalisasi,yaitu sebagai berikut.

 

Senin, 1 Juni 2015 , 18:53 WIB

Blitar, KOMPAS.com-Ketua MPR Zulkifli Hasan menyatakan perwujudan janji-janji luhur kebangsaan yang tertuang dalam Pancasila merupakan tantangan bsar bangsa Indonesia saat ini dan yang akan datang di tengah-tengah krisis multidimensi baik politik,ekonomi,sosial budaya.

“MPR berdasar UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR,DPR,DPD,dan DPRD ,diberi amanat untuk memasyarakatkan Ketetapan MPR,Pancasila,UUD 1945,NKRI,dan Bhineka Tunggal Ika,”kata Zulkifli Hasan dalm peringatan hari lahir Pancsila di Blitar, Senin ( 1/6/2015 ).

Menurur dia,pemasyarakatan Ketetapan MPR khususnya TAP MPR Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan  Berbangsa adalah wujud peran MPR dalm menciptakan suasana sejuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada etika dan moral bangsa baik dalam bidang legislatif,eksekutif,maupun yudikatif.

Ia menyebutkan dengan melaksanakan etika kehidupan berbangsa maka Indonesia akan mampu menghadapi tantangan bangsa dalam mewujudkan sistem politik yang deemokrtis,sistem hukum yang adil,dan produktif.

“selain itu sistem sosial budaya yang beradab,penciptaan sumber daya manusia yang bermutu serta menangkal dampak negatif globalisasi,”kata Zulfikar Hasan.

Ia menyebutkan saat ini da ke depan,menjadi tanggung jawab besar semua pihak untuk melaksanakan sila demi sila Pancasila sebagai perwujudan janji-janji kebangsaan yang di amanatkn oleh para pendiri bangsa.

Menurut  dia,pemenuhan jani-janji kebangsaan sesungguhnya adalah implementasi nilai-nilai Pancasia dalm berbagai dimensi srategis kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Ia menyebutkan kehidupan politik Indonesia haruslah politik Pancasila,kehidupan ekonomi Pancasila,kehidupan sosial budaya juga berdasaar Pancasila.

“demikian pula penegakan hukum,menjalankan pemerintahan,haruslah berseendikan pada nilai-nilai Pancasil,”kata Zulkifli Hasan.

Penghayatan dan pengamalan Pancasila dibutuhkan guna membangun masyarakat modern tetap berkembang di atas kepribadian.

Timbul beberapa persoalan-persoalan yang mempengaruhi adanya keriusakan moral dan sosial budaya pada era global,antara lain :

  1. Kesenjangan antara Kaum Pribumi dan Non Pribumi

Sebenarnya jika kedua belah pihak sudah menyadari dan merasakan manfaaatpersatuan dan kesatuan perasaan  yang meimbulkan kesenjangan tidak  perlu muncul karna pada dasarnya pemerintah telah memberikan kebebasan kepada seluruh rakyatnya untuk berbuat dan berkarya,  yaitu pada pasal :

31 ayat 5 yang berisi tentang “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjng tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta  kesejahteraan umat manusia.”

32 ayat 1 berisi tentang “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

  1. Kesenjangan Kemampuan dan Pengalaman dalam Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMA )

Sebagai bangsa yang membangun dalam beberapa hal kita masih banyak ketertinggalan. Untuk mengatasi hal ini kita harus lebih banyak belajar dari bangsa lain.

  1. Pengaruh Tingkat Pertumbuhan dan Perkembangan IPTEK

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi,media massa,seperti radio televisi,dan film. Terdapat dampak positif dan negatif dengan perkembangan IPTEK.

Beberapa dampak positif dan negatifdri perkembangan teknologi di berbagai bidang antara lain :

Bidang Pendidikan

Dampak positif

  1. Munculnya media massa.
  2. Majunya sistem pembelajaran.
  3. Adanya sistem pengolahan data menggunakan teknologi.

 

Dampak negatif

a Tumbuhnya sikap malas pada siswa.

b.Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam.

c.Adanya penyalahgunaa sistem pengolahan  data.

Bidang Politik

Dampak negatif

a.Timbulnya kelas menengah baru.

b.Proses regenerasi kepemimpinan.

c.Kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme.

Dampak positif

  1. Kebebasan politik dan kebebasan berpendapat lebih besar.
  2. Kebebasan dan persamaan semakin kental.
  3. Menciptakan adanya kerja sama ekonomi yang kuat.

Bidang Sosial Budaya

Dampak negatif

  1. Perbedaan kepribadian pria dan wanita.

Banyak pakar berpendapat bahwa kini semakin besar posisi wanita sebagai pemimin, baik dalm dunia pemerintahan maupun bisnis. Bahkan perubahn perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan laki-laki semakin menonjol.

Data yang tertulis dalam buku” Megatrend For Women : From Liberation to Leadership” yang ditulis oleh Patricia Aburdene dan John Naisbitt ( 1993 ) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar.

  1. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu material.

Menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi kaya dalam materi tetapi miskin dalm rohani.

  1. Kenakalan dan penyimpangan di kalangan remaja.

Metrotv news.com, Jakarta. Maret 2015

Kenakalan remaja saat ini semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data nasional, jumlah remaja yang hamil di luar nikah pada 2013 mencapai 2.200.000 orang. Parahnya,dari jumlah itu kebanyakan pelaknya masih di bawah umur, sekitar usia 17 tahun. Jumlah tersebut diperkirakan akan semakin bertambah. “Jika di masa remaja sudah demikian buruk moralnya ,   bagaimana mereka bisa menjadi kepribadian berkualitas di masa depaan,” ungkap Konsultan Keluarga, Farida Nur Aini.

“Kesuksesan anak itu ditentukan pendidikan kepribadian atau karakter orang tua. Bahkan pengaruhnya sampa 80 %,” ujarnya. Sementara itu Ketua Panitia, Roeswardjito mengatakan, seminar sebagai pencerah bagi masyarakat guna menyelamatkan generasi bangsa dari kerusakan.

Semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di msyarakat, sseperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam mencitakan  kesatuan sosial. Akibat lanjut dapat dilihat bersama,kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat dalam berbagai bentuk.

     Merubah pola interaksi keluarga.

Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program Internet Relay Chatting ,internet,dan email.

Selain itu,tersedianya berbagai warung internet (Warnet ) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet.

Dampak positif

  1. Meningkatkan rasa percaya diri.
  2. Kemajuan ekonomi di Asia.
  3. Kompetisi di berbagai aspek.
  4. Lahirnya generasi disiplin,dan tekun sebagai hasil dari konsekuensi globalisasi.

 

Bidang Ekonomi

Dampak positif

  1. Pertumbuhan ekonoi semakin tinggi.
  2. Terjadinya industrialisasi.
  3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
  4. Persaingan dalam dunia kerja.

Sehingga menuntut pekerja selalu menamah skiil dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibanya,pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skiil sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.

Dampak negatif

  1. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan kualifiasi yang dibutuhkan.
  2. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi.
  3. Melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan : konsumtif,dan memilikijalan pintas yang bemental instan.

Bidang Informasi dan Komunikasi

Dampak positif

  1. Mendapatka informasi secara cepat,akurat,dan terbaru.
  2. Mendapatkan layanan bank dengan mudah.

Dampak negatif

  1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris ( Kompas ).
  2. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu disalah gunakan.
  3. Kerusakan komputer karena virus.

Menyikapi dampak globalisasi dalam keseharian dengan  nilai dasar Pancasila sebagai filter arus globalisasi.

    Nilai Ketuhanan yang Maha Esa.

Nilai ini menjadi pegangan yang teguh untuk menolak pengaruh globalisasi yang mengarah pada sikap atheisme dan sekulerisme.

   Nilai Kemanusiaan yang Adil da Beradab.

Memberikan pemahaman kepada bangsa indonesia untuk bersikap adil kepada sesama,menghormati harkat dan martabat,dan menjunjung nilai Pancasila.

Nilai sikap ini menolak kolonialisme dan imperialise.

Nilai Persatuan Indonesia.

Menghindarkan dari sikap mementingkan kepentingan individu dan golongan. Nilai sikap ini menjadi pegangan yang kuat untuk menolak arus globalisasi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Nilai Kerakyatan   yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam     Permusyawaratan Perwakilan.

Mengarahkan pada sikap anarki dan pemaksaan kehendak pada orang  lain.

     Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menolak pengaruh globalisasi yang mengarah pada liberalisme,etatisme,monpoli,monopsoni,dan eksploitas yang dapat merugikan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Pandangan Filsafat Pancasila tentang globalisasi diartikan sebagai “the art of thinking thing trough”. Sedangkan proses globalisasi terjadi di abad ke-19 dan awal  abad ke-20 berkembang pesat  ketika ditemukan teknologi,informasi,dan transportasi oleh peletliti elektromagnetik.

Pancasila sebagai ideologi memiliki arti lima dasar, berasal dari Bahasa Sansekerta, Panca artinya lima dan Syila artinya dasar. Pancasila disahkan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 yang tercantum di dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila memiliki kedudukan  sebagai pandangan hidup bangsa,dasarnegara,dan ideologi. MPR No. II / MPR/1978 tentang Ekaprasetia Panca Karsa yang menjabarkan kelima asas Pancasila.

Pembudayaan Pancasila bersifat wajib bagi penyelenggara negara,partai politik,masyarakat pers,dan seluruh warga negara. Jika pembudayaan tidak dilakukan  akan menimbulkan persoalan yaitu, kesenjangan antara kaum pribumi dan non pribumi,kesenjangan PMA,serta pengaruh tingkat IPTEK.

Dampak globalisasi juga terjadi pada bidang pendidikan,politik,sosial budaya,ekonomi,dan IT. Menyikapi globalisasi melalui nilai dasar Pancasila sebagai filter yaitu :

Nilai Ketuhanan yang Maha Esa.

Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Nilai Persatuan Indonesia.

Nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Mudji,Drs. H.MM (dkk).2006. Pendidikan Pancasila. Jakarta: Gunadarma.

Muchlisin. 2007. Pelajaran Kewarganegaraan untuk SMP Kelas IX. Jakarta: Interplus.

Ruliyati (dkk). 2008. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Uny Press.

Sumarsono ( dkk). 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia.

Tirtarahaja, Umar, La Sula.S.L.2005.pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka. Cipta.

Vina Puspitasari. Makalah Peranan Pancasila dalam  Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Widarnano. 2000. Filsafat dan Ideologi Pancasila. Yogyakrta: Andi Offset.

 

Sumber online

Metrotvnews.com

Suara Merdeka Cybernews.com

Updated: June 9, 2015 — 11:15 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar