Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

RUNTUHYA TONGGAK PANCASILA PADA GENERASI MUDA

Oleh : Sri Budi Astuti

‘’Aku bukan pencipta Pancasila. Pancasila diciptakan oleh bangsa  Indonesia. Aku hanya menggali Pancasila daripada buminya bangsa Indonesia. Pancasila terbenam 350 tahun lamanya, aku gali kembali dan aku serahkan Pancasila ini di atas persada bangsa Indonesia kembali. – Soekarno

(Petikan pidato Bung Karno di Surabaya, 24-September-1955)

Dalam sejarah perjalanan bangsa, tidak dapat dipungkiri bahwa yang menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang tumbuh, hidup, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai itu telah menjadi kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kristalisasi nilai-nilai tersebut, tidak lain adalah sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila telah membimbing kehidupan lahir batin yang makin baik di dalam masyarakat Indonesia. Pancasila sebagaimana termaktub pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara. Di dalam Pancasila itulah tercantum kepribadian dan pandangan hidup bangsa yang telah diuji kebenaran dan keampuhannya, sehingga tidak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi negara harus dipahami bersama secara terbuka dengan mengembangkan wacana dan dialog di dalam masyarakat sehingga dapat menjawab tantangan Indonesia masa kini dan masa depan. Pada kenyataannya, pemahaman akan warisan luhur bangsa saat ini belum dipahami oleh semua generasi bangsa. Oleh karena itu, penyebaran pemahaman yang utuh dan menyeluruh kepada generasi bangsa, terutama kaum muda sebagai penerus bangsa untuk secara sadar memahami Pancasila sangat diperlukan.

Semangat generasi muda saat ini tidak dapat menunjukkan adanya nilai dan norma yang terkandung di dalam Pancasila. Semangat yang terus-menerus memudar karena kurang adanya pemberian pengertian tentang Pancasila yang harus dilakukan dan ditaati oleh remaja saat ini. Banyak generasi muda saat ini ketika menyanyikan lagu kebangsaan tidak hafal. Hal kecil semacam ini jika dibiarkan berlarut-larut dapat mempengaruhi rasa nasionalisme seseorang yang nantinya akan berkembang menjadi tidak baik dalam mencintai negaranya. Banyak remaja yang telah melupakanmakna dari perjuangan, bela negara, bahkan kemerdekaan sekalipun. Semakin lama, hal ini dapat berpengaruh buruk pada generasi-generasi selanjutnya. Remaja tidak akan peduli dengan segala perkembangan yang terjadi di negaranya. Untuk menghindari hal ini, seharusnya dengan mewujudkan langkah-langkah nyata yang didasari oleh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

  1. SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA

Sesuai fakta sejarah, Pancasila tidak terlahir dengan seketika pada tahun 1945. Tetapi, membutuhkan proses penemuan yang lama. Dengan dilandasi oleh perjuangan bangsa dan berasal dari gagasan dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Proses konseptualisasi yang panjang ini ditandai dengan berdirinya organisasi pergerakan kebangkitan nasional, partai politik, dan sumpah pemuda. Dalam usaha merumuskan dasar negara (Pancasila), muncul usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam sidang BPUPKI antara lain :

  1. Pada tanggal 29-Mei-1945, Mr.Muhammad Yamin menyampaikan pidatonya yang berjudul “Asas dan Kebangsaan Indonesia”. Beliau mengusulkan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk sebagai berikut:
  2. Kesejahteraan rakyat.

Kemudian, secara tertulis beliau mengusulkan sebagai berikut:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kebangsaan persatuan Indonesia.
  3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
  6. Pada tanggal 31-Mei-1945, Prof.Dr.Mr.Soepomo mengusulkan Dasar Negara Indonesia Merdeka. Usul beliau sebagai berikut:
  7. Keseimbangan lahir dan batin.
  8. Keadilan rakyat.
  9. Pada tanggal 01-Juni-1945, Ir.Soekarno mengemukakan Pancasila sebagai dasar negara dalam pidato spontannya yang selanjutnya dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Beliau membuatnya di bawah pohon yang sampai sekarang pohon tersebut bercabang lima. Usul beliau sebagai berikut:
  10. Nasionalisme dan kebangsaan Indonesia.
  11. Internasionalisme dan perikemanusiaan.
  12. Mufakat atau demokrasi.
  13. Kesejahteraan sosial.
  14. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kelima asas tersebut oleh Ir.Soekarno disebut Pancasila. Beliau juga mengemukakan Trisila, yang merupakan ringkasan dari Pancasila. Isi Trisila sebagai berikut:

  1. Sosio-nasionalisme (gabungan kebangsaan dan perikemanusiaan).
  2. Sosio-demokrasi (gabungan demokrasi dan kesejahteraan).

Menurut Ir.Soekarno, Trisila tersebut bila diperas lagi menjadi Ekasila, yaitu gotong royong. Prinsip Ekasila adalah mendirikan negara gotong royong. Artinya, satu untuk semua, semua untuk satu, dan semua untuk semua.

Pada tanggal 22-Juni-1945 malam, Panitia Sembilan langsung mengadakan rapat di kediaman Ir.Soekarno. Rapat berlangsung alot karena terjadi perbedaan konsepsi antara golongan nasionalis dan Islam tentang rumusan dasar negara. Panitia Sembilan kembali bertemu dan menghasilkan rumusan dasar negara yang tercantum dalam Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Adapun dalam Piagam Jakarta, rumusan dasar negara sebagai berikut:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selanjutnya pada tanggal 18-Agustus-1945, Pancasila secara sah menjadi dasar negara yang mengikat. Sebelum disahkan, terdapat bagian yang diubah.

Untuk pengesahan Preambul (Pembukaan), terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum mengesahkan Preambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17-Agustus-1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang menemuinya. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar dibelakang kata “Ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihapus. Jika tidak, maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Mengingat bahwa tidak semua warga negara RI beragama Islam.

Usul ini oleh Bung Hatta disampaikan pada sidang pleno PPKI, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim, dan Teuku Muh.Hasan. Bung Hatta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena pendekatan yang terus-menerus serta demi persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dihapusnya “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dan diganti dengan “Yang Maha Esa”.

Berdasarkan sejarah, ada tiga rumusan dasar negara yang dinamakan Pancasila, yaitu rumusan konsep Ir.Soekarno yang dibacakan pada pidatonya tanggal 1-Juni-1945 dalam sidang BPUPKI, rumusan oleh Panitia Sembilan dalam Piagam Jakarta tanggal 22-Juni-1945, dan rumusan pada Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18-Agustus-1945. Dengan demikian, rangkaian dokumen sejarah yang bermula dari 1-Juni-1945, 22-Juni-1945, hingga teks final 18-Agustus-1945 itu, dapat dimaknai sebagai satu kesatuan dalam proses kelahiran falsafah negara, Pancasila.

  1. FUNGSI PANCASILA

1.Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki fungsi menjadi:

a.Dasar berdiri dan tegaknya NKRI. Berdiri dan tegaknya suatu negara harus dilandasi oleh dasar negara yang kuat, yang berasal dari nilai-nilai luhur asli negara tersebut.

b.Dasar kegiatan penyelenggara negara. Segala sesuatu yang dikeluarkan oleh para penyelenggara negara harus berdasarkan Pancasila, baik itu berupa peraturan maupun wewenang penyelenggara negara.

c.Dasar partisipasi warga negara. Segala bentuk partisipasi dalam ikut serta mengatur jalannya roda pemerintahan, baik sebagai rakyat maupun pejabat negara diatur dalam Pancasila.

d.Dasar pergaulan antarwarga negara. Cara bergaul dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara telah disebutkan dalam Pancasila.

e.Dasar dan sumber hukum nasional. Segala hukum atau peraturan dikeluarkan oleh pemerintah bersumber dan berdasar Pancasila.

2.Sebagai ideologi negara, ada empat fungsi Pancasila yaitu:

a.Mempersatukan bangsa, memelihara dan mengukuhkan persatuan dan kesatuan itu. Di dalam Pancasila, tertanam jiwa nasionalisme yang tinggi. Kita sebagai generasi muda seharusnya menjunjung tinggi rasa nasionalisme, bukan malah merusak rasa nasionalisme. Sebagai contoh, setiap tahun kita selalu mendengar berita tentang tawuran antarpelajar. Mereka selalu mementingkan ego masing-masing, bahwa mereka paling benar. Sebaiknya, kita hilangkan ego tersebut karena kegiatan itu akan merusak bangsa.

b.Membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya. Seperti yang kita ketahui, tujuan dari NKRI tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Kita harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut, agar cita-cita bangsa Indonesia sejak dahulu bisa terlaksana.

c.Memberikan tekad untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa. Sebagai contoh dalam budaya musik tradisional, generasai muda yang baik lebih mencintai budayanya sendiri daripada budaya orang lain. Tetapi, anak muda sekarang lebih menyukai musik luar seperti rock, jazz, dan lainnya. Mereka lupa musik bangsa sendiri, seperti keroncong. Dengan alasan “bikin ngantuk”, mereka lari dari tanggung jawab menjaga identitas bangsa. Sebenarnya itu adalah tantangan kita untuk mengembangkan musik tersebut, agar disukai semua kalangan tanpa menghilangkan nilai-nilai asli musik tersebut. Itulah generasi muda yang kreatif dan inovatif.

d.Menjadi ukuran untuk melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan negara. Kaum muda yang peduli akan negaranya, akan melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan negaranya sesuai porsinya. Tetapi, kebanyakan anak muda sekarang tidak peduli dengan negaranya sendiri. Sekalipun peduli, dalam menyampaikan aspirasinya dengan demo yang tidak tertib atau anarkis. Itu malah mencerminkan bahwa mereka tidak patuh akan peraturan yang berlaku.

  1. NILAI-NILAI PANCASILA

a.Nilai-nilai dalam sila-1, terkait dengan soal hubungan antara negara dengan agama serta hubungan antarumat beragama. Nilai-nilai itu antara lain adalah ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kebebasan beribadah, bersikap toleran terhadap agama/kepercayaan lain, kerukunan, dan kerja sama antarumat beragama.

b.Nilai-nilai dalam sila-2, terkait dengan soal hubungan antara negara dengan warga negara serta hubungan antara negara dengan bangsa lain. Nilai-nilai itu antara lain adalah persamaan derajat, penghargaan hak asasi manusia, non diskriminatif, solidaritas antarsesama manusia, solidaritas antarbangsa, keadilan, keberadaban, dan perdamaian.

c.Nilai-nilai dalam sila-3, terkait dengan soal keberlangsungan tanah air dan bangsa Indonesia. Nilai-nilai itu antara lain adalah cinta bangsa (nasionalisme), cinta tanah air (patriotisme), persatuan bangsa, penghargaan terhadap kemajemukan (keberagaman), kesetaraan dalam kemajemukan (multikulturalisme), dan gotong royong.

d.Nilai-nilai dalam sila-4, terkait dengan soal pengelolaan pemerintahan negara. Nilai-nilai itu antara lain adalah kebijaksanaan, musyawarah, mufakat, demokrasi, partisipasi, desentralisasi, transparansi, dan akuntabilitas.

e.Nilai-nilai dalam sila-5, terkait dengan soal upaya mewujudkan tujuan bersama hidup bernegara. Nilai-nilai itu antara lain adalah keadilan sosial, kesejahteraan sosial, pemerataan, dan jaminan sosial.

  1. MAKNA LAGU “GARUDA PANCASILA”

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu

“Garuda sebagai lambang negara dan Pancasila sebagai dasar negara harus senantiasa kita dukung dan junjung tinggi sebagai bukti kedaulatan bangsa yang merdeka.”

Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu

“Patriot proklamasi bermakna pejuang kemerdekaan/pejuang bangsa yang akan selalu siap sedia berkorban untuk negeri.”

Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa

“Pancasila sebagai dasar negara jika diterapkan secara nyata maka keadilan, kemakmuran dan kedamaian sentosa akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia”.

Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

“Kepribadian bangsa Indonesia adalah bangsa yang pantang menyerah, pantang berputus asa menghadapi semua cobaan yang datang. Bangsa yang penuh semangat untuk terus maju dan bersatu membangun tanah tumpah darah Indonesia”.

  1. PRINSIP-PRINSIP PANCASILA

1.Prinsip sila-1, orang bebas berfikir, bebas berusaha, namun sadar dan yakin bahwa akhirnya yang menentukan segalanya adalah Tuhan Yang Maha Esa. Man proposes, but God disposes, sehingga manusia rela dan ikhlas diatur. Dalam menentukan suatu pilihan tindakan seorang memiliki kebebasan, namun kebebasan tersebut harus dipertanggungjawabkan, dan memiliki akibat terhadap pilihan tindakannya. Dalam menentukan pilihan tindakan, seseorang mengacu pada terwujudnya keselarasan atau harmoni dan kelestarian alam semesta.

2.Prinsip sila-2, manusia selalu mendudukkan manusia lain sebagai mitra, sesuai dengan harkat dan martabatnya. Hak dan kewajibannya dihormati secara beradab. Dengan demikian tidak akan terjadi penindasan atau pemerasan. Segala aktivitas bersama berlangsung dalam keseimbangan, kesetaraan dan kerelaan.

3.Prinsip sila-3, Indonesia merupakan negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke. Kita mengaku bahwa negara kesatuan ini memiliki berbagai keanekaragaman ditinjau dari segi agama, adat, budaya, ras, dan sebagainya, yang harus didudukkan secara proporsional dalam negara kesatuan. Dalam hal terjadi konflik kepentingan, maka kepentingan bangsa diletakkan di atas kepentingan pribadi, golongan dan daerah.

4.Prinsip sila-4, bahwa yang berdaulat dalam negara Republik Indonesia adalah seluruh rakyat, sehingga rakyat harus didudukkan secara terhormat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Aspirasi rakyat dipergunakan sebagai pangkal tolak penyusunan kesepakatan bersama dengan jalan musyawarah. Apabila dengan musyawarah tidak dapat tercapai kesepakatan, maka pemungutan suara tidak dilarang. Setiap kesepakatan bersama mengikat semua pihak tanpa kecuali, dan wajib untuk merealisasikan kesepakatan dimaksud. Dalam menentukan kesepakatan bersama dapat juga ditempuh dengan jalan perwakilan.

5.Prinsip sila-5, bahwa yang ingin diwujudkan dengan adanya negara Republik Indonesia adalah kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali. Pemikiran yang mengarah pada terwujudnya kesejahteraan sepihak tidak dibenarkan.

  1. KEHIDUPAN ANAK MUDA

Berikut adalah contoh-contoh kegiatan anak muda yang tidak berlandaskan Pancasila:

1.Pembegalan.

Pada jaman sekarang, banyak kalangan muda yang melakukan tindakan kriminal. Salah satunya adalah pembegalan. Akhir-akhir ini marak sekali aksi pembegalan. Mereka tidak segan-segan melukai bahkan pembunuhan korbannya demi mendapatkan barang korban. Mereka melakukan aksinya di malam hari, di jalan-jalan tertentu. Kebanyakan yang sudah tertangkap adalah kaum muda dan ada juga yang masih di bawah umur.

2.Prostitusi.

Sekarang ini, banyak sekali tempat-tempat prostitusi di Indonesia. Sedangkan yang menjadi pekerja komersialnya adalah kaum pemudi. Mereka mau melakukannya karena tergiur dengan kehidupan mewah yang diinginkan. Mereka tidak sadar bahwa masa depannya hancur. Kenikmatan itu hanya sesaat dan diakhiri dengan penyesalan. Baru-baru ini tersiar kabar tentang prostitusi online. Sang mucikari telah mencantumkan beberapa harag dari pelayan-pelayan prostitusi tersebut. Dengan harga sekian puluh juta, mereka harus melayani pria hidung belang. Harga dirinya hanya dihargai sekian puluh juta. Ada fakta yang menyebutkan bahwa salah satu dari pelayan-pelayan prostitusi tersebut adalah seorang artis. Beberapa bulan yang lalu, Pemkot Surabaya telah menutup tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara, yaitu “Gang Dolly”. Baru-baru ini, dilakukan juga penutupan lokalisasi tempat prostitusi “Rumah Bordil” di Bandung. Ini merupakan salah satu langkah yang sudah ditempuh oleh Indonesia. Tetapi, masih banyak tempat-tempat prostitusi lain yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

3.Narkoba.

Banyak sekali generasi muda Indonesia yang terjerumus dalam jurang narkoba. Awalnya. Mereka hanya coba-coba. Tetapi, lama-kelamaan mereka akan tergantung dengan barang haram tersebut. Setiap harinya, ada saja anak Indonesia yang meninggal karena narkoba. Saat ini, Indonesia telah gencar-gencarnya melawan narkoba. Bandar-bandar narkoba kelas kakap dijatuhi hukuman mati. Eksekusi mati akan terus dilakukan oleh Indonesia untuk menghilangkan mafia-mafia narkoba. Contohnya adalah eksekusi mati “Bali Nine”, dan baru-baru ini telah ditangkap seorang kurir narkoba yang membawa 2,8 kg sabu-sabu dan divonis hukuman mati.

4.Geng Motor.

Saat ini, yang sedang menjadi tren dikalangan anak muda adalah genk motor. Bukan geng motor yang positif, melainkan geng motor yang negatif. Mereka sering melakukan konvoi di jalan raya yang dapat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan yang lain. Dengan dandanan ala anak punk, merek menyebut dirinya “keren”. Mereka juga kadang melakukan tindakan kriminal kepada orang lain di jalan, seperti merampok. Banyak diantara mereka yang masih pelajar. Mereja juga sering memblokade jalan untuk melakukan balapan liar di malam hari. Mereka sangat meresahkan warga sekitar. Sering melakukan pesta miras oplosan, yang pada akhirnya merenggut nyawa mereka sendiri.

5.Pembunuhan.

Pembunuhan sadis yang disebabkan oleh hal sepele. Mungkin bagi seseorang, hal tersebut adalah hal yang tidak penting. Tetapi, bagi mereka yang menjadi tersangka pembunuhan adalah hal yang sangat menyakitkan. Seperti kasus pembunuhan Ade Sara. Dia dibunuh secara mengenaskan, yaitu disetrum dengan tegangan tinggi serta penyiksaan-penyiksaan lainnya oleh Hafidh (mantan kekasihnya) dan Asyifa (sahabatnya), yang disebabkan oleh rasa cemburu. Serta beberapa hari yang lalu, tersiar kabar seorang transgender di Jombang yang masih duduk di bangku SMKN 1 Jombang, Afifudin Amirullah alias Affy oleh temannya di BBM. Temannya tersebut kecewa setelah mengetahui bahwa Affy adalah seorang cowok, karena Affy memasang foto perempuan di BBM-nya. Serta tersangka membawa sepeda motor milik korban.

Tetapi, kita masih punya anak-anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia. Mereka adalah segelintir anak Indonesia yang berprestasi dibidangya, yaitu:

1. Bayu Santoso : mahasiswa biasa, pemenang desain cover album Maroon 5 yang karyanya mendunia.

  1. Di balik keimutan Minions, ada pria berdarah Indonesia sebagai arsitek utamanya, Pierre Coffin.
  2. Andre Surya : sang animator Transformer 3D yang sebagian besar ketrampilannya didapatkan secara otodidak
  3. Christiawan Lie, Ilustrator komik yang karyanya berhasil menembus pasar Amerika
  4. Griselda Sastrawinata, animator perempuan yang karyanya bisa kita saksikan di film animasi The Sherk
  5. Rini Sugianto, animator asal Indonesia yang bergabung dalam proyek film-film Box Office Amerika
  6. Wira Winata membuktikan bahwa hobi yang diyakini dan ditekuni bisa membawanya bekerjasama dengan Disney
  7. Di bidang olahraga, kita punya duo Lilyana Natsir & Tontowi Ahmad yang siap mengharumkan nama bangsa.
  8. Butet Manurung, pahlawan Asia versi majalah Time tahun 2004.
  9. Lantunan suara Dougy Mandagi di soundtrack film 500 Days of Summer.
  10. Joey Alexander Sila, pianis cilik yang prestasinya dikenal di kancah Internasioal.
  11. Perancang Mobil VW yang mendunia adalah pria asal Indonesia, Chris Lesmana.
  12. Boneka Papermoon buatan Indonesia bisa dinikmati di berbagai negara berkat Maria Tri Sulistyani.
  13. Sutradara film Indie yang karyanya diputar di banyak negara, Yosep Anggi Noen.
  14. HASIL WAWANCARA

Reporter : Sri Budi Astuti                   Narasumber : Rosita Dwi Riski Amalia

R         : Apa pendapat Anda tentang kaum muda jaman sekarang?

N         : Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, demikian pula dengan gaya hidup anak muda saat ini yang semakin dinamis. Contohnya saja jika anak muda jaman dahulu sudah puas mengambil foto pentas seni di sekolah, namun anak muda saat ini melakukan berbagai aksi selfie dan mengunggahnya di media sosial. Selain itu, bukannya berdoa saat mau makan malah sekarang foto makanan. Dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan antara pemuda jaman dahulu dengan jaman sekarang.

R         : Bagaimana menurut Anda pemuda yang berlandaskan Pancasila?

N         : Sesuai dengan kelima sila dalam Pancasila itu sendiri. Pemuda yang berlandaskan Pancasila yaitu pemuda-pemuda yang dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Misalnya dalam sila kedua, para pemuda harus dapat mencintai sesama, mengembangkan sikap tenggang rasa, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

R         : Apa saran Anda tentang pemuda negeri ini?

N         : Sebaiknya pemuda harus mengamalkan ajaran Pancasila yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai secara terus-menerus, mendalam, dan sesuai Pancasila dengan perkembangan jaman.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah lahirnya Pancasila itu sangat panjang. Tidak terwujud dalam seketika. Pancasila digali dari tanah persada Indonesia, yang tertanam selama sekian juta tahun. Pancasila merupakan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Di dalam Pancasila terdapat nilai-nilai dan prinsip-prinsip bagi kehidupan manusia yang dijadikan sebagai pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tetapi, tonggak nilai-nilai dan prinsip-prinsip tersebut telah runtuh dalam diri anak muda jaman sekarang. Mereka sudah tidak peduli dengan jati diri bangsanya sendiri. Bahkan, mereka lebih memilih gaya hidup bangsa lain yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Banyak sekali tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh anak muda. Bagaimana jadinya negara ini apabila pemuda-pemudanya telah rusak moralnya. Mungkin, lama-kelamaan bangsa ini akan hancur. Karena, menurut saya, “suatu negara yang di dalamnya terdapat generasi muda yang sudah rusak, maka negara tersebut sudah siap untuk menjadi rusak”. Namun, kita masih bisa menghela nafas lagi. Masih ada anak-anak Indonesia yang membanggakan bangsa ini dengan sejuta prestasinya itulah anak-anak yang harus didukung agar bisa meneruskan prestasinya. Serta, berusaha meluruskan jalan anak-anak Indonesia yang sudah terlanjur berbelok-belok. Itu adalah tugas untuk bangsa Indonesia.

 

Saptono.2008.Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VIII.Jakarta:Erlangga.

Cahyaningsih, Sri Tutik.2013.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VII.Jakarta:Erlangga.

Sundawa, Dadang dkk.2008.Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VIII (edisi 4).Jakarta:Aneka Ilmu.

http://annisacamila.blogspot.com/2014/03/contoh-makalah-tentang-pancasila-dan.html

https://lppkb.wordpress.com/pancasila-prinsip-dan-nilai/

http://waroengkemanx.blogspot.com/2012/05/makna-lagu-garuda-pancasila.html

http://nasional.tempo.co/read/news/2015/04/15/058658026/Korban-Pembunuhan-Sadis-di-Jombang-Diduga-Transgender

http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2013/07/pancasila-sejarah-dasar-negara-pengertian-makna-lambang-nilai-ideologi.html

https://raulmuslimin.wordpress.com/kewarganegaraan-indonesia/pancasila/ http://jakarta.sorotnews.com/berita/view/ini-dia-bhineka-tunggal-ika.526.html

https://www.hipwee.com/motivasi/15-orang-yang-bikin-kamu-bangga-jadi-orang-indonesia

 

 

                                                  

 

 

Updated: June 9, 2015 — 11:21 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar