Festival Sholawat Hadrah

Semua Jenis Sholawat

Sahabat Lama Kita

Oleh : Siti Aminatul Ummah ( SMAN 2 Bondowoso )

Pancasila, sebuah nama yang sudah tak asing lagi ditelinga bangsa Indonesia, terutama para kaum muda. Siapa sih di negeri ini yang tak mengenal Pancasila?, saya yakin setiap orang pasti pernah mendengar kata Pancasila, ya setidaknya sih begitu, daripada tidak pernah mendengar kata Pancasila sama sekali?. Lebih baik pernah mendengar beberapa kali tanpa tahu apa itu Pancasila. Lagipula kalau ada soal ulangan “apa itu pancasila?”, tinggal Tanya aja ke smartphone. Namanya juga zaman smartphone, buat apa kita tahu, kalau smartphone yang selalu kita bawa kemana-mana saja juga sudah tahu, ya begitulah kaum muda zaman sekarang, malas mencari tahu tentang jati diri bangsanya sendiri!.

Padahal pancasila adalah refleksi dari kaum muda bangsa Indonesia yang sebenarnya, pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara dan jati diri kita, para generasi emas bangsa Indonesia!. Tapi apakah ini refleksi Pancasila itu ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Dari gambar diatas adalah keadaan kaum muda bangsa Indonesia saat ini, banyak kasus-kasus kriminal mulai dari yang ringan hingga yang terberat, kasus kenkalan remaja dan bahkan seks diluar nikah. Berdasarkan sindonews.com, iNews.com dan Okezone.com. Pada tahun 2014 terdapat 175 siswi SMA di Mojokerto hamil diluar nikah, ini membuktikan bahwa kurangnya penghayatan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kaum muda di Indonesia, bukan hanya itu baru-baru ini pada tanggal 28 Mei 2015, diketahui bahwa penggugah video asusila yang diperankan oleh anak kecil adalah seorang pelajar berusia 18 tahun. Tak cukup sampai disana, di Makasar ada sepasang remaja bernama Ade Arianto (15) serta Nur Reflesia (14) sepasang anak baru gede (ABG) ditangkap jajaran Polsekta Makassar saat berpesta sabu di sebuah losmen di Jalan Sungai Limboto, Makassar, Sulawesi Selatan. Sepasang kekasih yang masih bau kencur ini tak berkutik saat polisi menemukan keduanya yang tengah berduaan dalam kamar. Mereka juga membawa senjata tajam yang disembunyikan di helm mereka. Sungguh ironis bukan ? kini kaum muda bangsa Indonesia tengah berada di ujung tanduk kehancuran, yang juga berarti kehancuran bagi ibu pertiwi.

Tentu, kalian tidak ingin ibu pertiwi tercinta kita ini hancur bukan?, oleh karena itu marilah kita bersama-sama menjadi kaum muda yang sebenarnya dan menjadi generasi emas bangsa Indonesia!.

Langkah pertama untuk menjadi generasi emas bangsa Indonesia adalah mengenal kembali sahabat lama kita, para kaum muda yaitu Pancasila. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asaa. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Berikut adalah makna dari setiap sila di Pancasila, yaitu:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  4. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  7. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  8. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Dari sila pertama, kita dapat menarik sebuah kesimpulan yaitu, kaum muda bangsa Indonesia adalah orang-orang yang taat beragama dan memiliki toleransi dan rasa hormat yang tinggi terhadap orang lain, baik yang seiman dan yang tak seiman. Jadi ini merupakan syarat pertama yang harus kita penuhi apabila kita ingin menjadi generasi emas Indonesia, selain itu juga menerapkan sila pertama dengan amat sungguh-sungguh di kehidupan sehari-hari memiliki banyak manfaat bagi kiat sendiri, diantaranya yaitu:

  1. Kita dapat mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Mendapat pahala dari-Nya
  3. Membantu kita dalam mempertahankan jati diri kita yang sebnarnya dari gempuran globalisasi yang semakin sulit dielak.
  4. Dapat menjadi anak kebanggaan orang tua, karena setiap orang tua didunia ini pasti menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang bertaqwa.
  5. Memiliki banyak teman
  6. Disayangi banyak orang
  7. Dihargai dan dihormati serta disegani oleh orang-orang
  8. Mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Contoh prilaku sehari-hari yang mencerminkan sila pertama, sholat lima waktu tepat waktu, pergi ke gereja dengan rajin, berdoa ke pura dengan rajin, menjalankan 10 perintah-Nya bagi umat Kristen, menjalankan puasa rhamadan, zakat, bersedekah, menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

 

 

  1. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  2. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  4. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  5. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  6. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  7. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  8. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  9. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  10. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  11. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Dari makna sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradap kita dapat menarik kesimpulan bahwa kaum muda bangsa Indonesia sejati adalah orang-orang yang menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan persamaan derajat, serta orang-orang yang mau berkerjasama dengan pihak lain dalam menghadapi masalah. Dari sila kedua  terkandung jiwa bangsa Indonesia yaitu, sifat gotong royong dan tolong-menolong yang telah ada sejak zaman praaksara. Oleh karena itu, sebagai generasi emas bangsa Indonesia kita harus melestarikan kedua sifat diatas (gotong-royong dan tolong-menolong dalam hal kebaikan) dengan menerapkannya di kehidupan sehari-hari, misalnya yaitu:

  • Dalam lingkup keluarga : membatu perkerjaan orang tua, seperti menyapu rumah, halaman, mebersihkan dan merapikan kamar sendiri, mencuci baju sendiri dan menyetrikan pakaian-pakaian sendiri dan kalau sempat pakaian milik orang tua juga, membantu adik atau kakak kalau ada masalah, dll.
  • Dalam lingkup sekolah/pergaulan : ikut serta apabila ada kegiatan kerja bakti, membantu teman yang masih belum mengerti materi yang telah disampaikan, belajar bersama, ikut aktif apabila ada kerja kelompok, membantu guru membawa buku-buku pelajaran, membantu abang (tukang kebun disekolah) membersihkan kelas dengan menerapkan piket dan tidak membuang sampah sembarangan, ikut serta dalam kegiatan-kegiatan social,menghargai pendapat orang lain,

Dengan menerapkan sila kedua dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia karena dengan melaksanakan kewajiban dan menghargai hak masing-masing sebagai manusia, setiap orang akan merasa nyaman, selain itu dengan adanya sifat kegotong-royongan dan saling tolong-menolong dapat menciptakan masnyarakat yang tentram.

 

  1. Persatuan Indonesia
  2. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  3. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  4. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  5. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  6. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menurut sila ketiga, kaum muda bangsa Indonesia yang sebenarnya adalah orang-orang yang cinta terhadap tanah air serta rela berkorban baginya. Kita dapat menerapkan sila ketiga ini dikehidupan sehari-hari denga cara yaitu:

  1. Rajin belajar
  2. Memperdalam ilmu sejarah Indonesia
  3. Menerapkan sila pertama, kedua, keempat dan kelima dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Menggunakan produk Indonesia
  5. Membayar pajak tepat waktu
  6. Tidak merusak fasilitas umum, seperti halte, telepon umum dan taman kota,angkutan umum,

 

  1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarat/perwakilan.
  2. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  3. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  4. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  5. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  6. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  7. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  8. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  9. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  10. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  11. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Dari sila keempat, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum muda bangsa Indonesia yang sejati adalah orang-orang yang adil, bijaksana, berani membela kebenaran, jujur dan bertanggung jawab. Selain itu didalam sila keempat terkandung ciri khas bangsa Indonesia, yaitu musyawarah untuk mufakat. Apakah kalian tahu apa itu musyawarah untuk mufakat? Musyawarah adalah suatu upaya bersama dengan sikap rendah hati unyuk memecahkan persoalan (mencari jalan keluar) guna mengambil keputusan bersama dalam penyelesaian atau pemecahan masalah yang menyangkut urusan yang sedang dialami. Musyawarah memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari apabila diterapkan dengan sungguh-sungguh, diantaranya yaitu:

  1. Melatih untuk menyuarakan pendapat (ide)
  2. Masalah dapat segera terpecahkan
  3. Keputusan yang diambil memiliki nilai keadilan.
  4. Hasil keputusan yang diambil dapat menguntungkan semua pihak
  5. Dapat menyatukan pendapat yang berbeda
  6. Adanya kebersamaan
  7. Dapat mengambil kesimpulan yang benar
  8. Mencari kebenaran dan menjaga diri dari kekeliruan
  9. Menghindari celaan
  10. Menciptakan stabilitas emosi.

 

  1. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  2. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  3. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  4. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  5. Menghormati hak orang lain.
  6. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  9. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  12. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Dari sila kelima dapat kita simpulakan bahwa kaum muda bangsa Indonesia adalah kaum muda yang memiliki sifat suka berkerja keras, menghargai karya orang lain, memiliki sikap yang luhur dan tidak konsumtif dan boros. Sila kelima dapat kita terapka sehari-hari dengan cara yaitu:

  • Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi.
  • Meningkatkan peanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakuakan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.
  • Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup, sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga yang diatur dengan undang-undang.
  • Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelesatarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat local serta penataa ruang yang pengaturannya diatur dengan undang-undang.
  • Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan alam.

Jadi, untuk menjadi generasi emas bangsa Indonesia, kita harus memenuhi syarat-syarat berikut,yaitu:

  1. taat beragama dan memiliki toleransi dan rasa hormat yang tinggi terhadap orang lain, baik yang seiman dan yang tak seiman
  2. menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan persamaan derajat, serta orang-orang yang mau berkerjasama dengan pihak lain dalam menghadapi masalah
  3. cinta terhadap tanah air serta rela berkorban baginya
  4. adil, bijaksana, berani membela kebenaran, jujur dan bertanggung jawab. Selain itu didalam sila keempat terkandung ciri khas bangsa Indonesia, yaitu musyawarah untuk mufakat
  5. kaum muda yang memiliki sifat suka berkerja keras, menghargai karya orang lain, memiliki sikap yang luhur dan tidak konsumtif dan boros.

Ada beberapa hal lagi yang perlu saya sampaikan yaitu, tidak ada orang sukses yang tejadi secara praktis didunia ini, karena segala sesuau yang baik dihasilkan dari proses yang panjang, jadi janganlah engkau berputus asa dalam berusaha menjadi generasi emas bangsa Indoesia, ingat tidak ada kata terlambat dlam berusaha menjadi yang terbaik bagi bangsa kita tercinta, dan seperti kata seorang pahlawan proklamasi Indonesia dan orang yang berperan penting dalam perjalanan sahabat terbaik kita, Pancasila, JAS MERAH yang berarti Jangan Sekali-kali Melupakn Sejarah, karena maju tidaknya suatu bangsa itu tergantung dari para kaum mudanya, Negara yang memiliki kaum muda yang menghargai sejarah-sejarah negerinya akan menjadi Negara yang maju sedangkan Negara yang memiliki kaum muda yang tidak menghargai sejara-sejarah negerinya akan menjadi Negara yang mudah hancur diterpa arus globalisasi.

Oleh karena itu marilah kawanku, para kaum muda, calon para generasi emas bangsa Indonesia tercinta kenali negri mu dan cita-cita bangsamu, Pancasila.

DAFTAR PUSTAKA

http://metro.sindonews.com/read/814204/31/ini-yang-bisa-picu-kenakalan-remaja-1386333944 (diakses pada tanggal 06 Juni 2015)

http://daerah.sindonews.com/read/807166/25/bentrok-mahasiswa-unm-antara-ft-vs-fbs-1384768419 (diakses pada tanggal 06 Juni 2015)

http://daerah.sindonews.com/read/1007833/192/sepasang-abg-ditangkap-saat-pesta-sabu-dalam-losmen-1433187300 (diakses pada tanggal 06 Juni 2015)

Updated: June 9, 2015 — 11:19 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Sholawat Hadrah © 2017 Frontier Theme
Skip to toolbar